Kemenhaj Minta Jemaah Haji Bayar Dam Lewat Jalur Resmi Adahi

Arifah
0

Jemaah haji 2026. Foto Kemenhaj.

Jakarta. BeritaHaji.id - Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), Kementerian Haji dan Umrah meminta jemaah Indonesia menjaga kondisi fisik dan tidak melakukan pembayaran dam melalui jalur tidak resmi.

Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme pembayaran dam resmi melalui Adahi Project yang terintegrasi dengan Nusuk Masar untuk memastikan proses berjalan sesuai syariat dan aturan Pemerintah Arab Saudi.

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff, mengatakan pemerintah menghormati berbagai pandangan fiqih yang berkembang di masyarakat terkait pelaksanaan dam.

Ia menuturkan Pemerintah menghormati keberagaman pandangan fiqih yang berkembang di tengah masyarakat.

"Bagi jemaah yang meyakini dam dapat dilaksanakan di Indonesia, kami mempersilakan melalui mekanisme yang sesuai ketentuan. Sementara bagi jemaah yang meyakini dam harus dilaksanakan di Tanah Haram, pemerintah telah memfasilitasi pelaksanaannya melalui lembaga resmi yang diakui Pemerintah Arab Saudi, yakni Adahi,” ujar Maria Assegaff di Jakarta, Jumat, 15 Mei 2026.

Biaya pembayaran dam tahun ini ditetapkan sebesar 720 Riyal Saudi (SAR) per jemaah. Hingga kini, sebanyak 34.308 jemaah Indonesia telah melakukan pembayaran melalui sistem resmi tersebut.

Untuk mempermudah layanan, petugas Adahi disebut akan mendatangi langsung hotel tempat jemaah menginap.

“Untuk mempermudah jemaah, petugas Adahi akan hadir langsung ke hotel-hotel tempat jemaah menginap guna melakukan pembayaran dan verifikasi," ujarnya.

"Skema jemput layanan ini kami prioritaskan terutama untuk membantu jemaah lansia, disabilitas, serta jemaah dengan risiko kesehatan tinggi,” tambahnya.

Setelah transaksi selesai, jemaah akan menerima bukti pembayaran resmi sebagai tanda kewajiban dam telah tercatat di sistem.

Kemenhaj juga meminta jemaah tidak menggunakan jasa pihak yang tidak berwenang dalam proses pembayaran dam.

“Kami mengimbau seluruh jemaah agar tidak menggunakan jasa calo, pihak yang tidak berwenang, ataupun melakukan transaksi di luar sistem resmi. Ini penting untuk melindungi jemaah dari potensi penipuan sekaligus memastikan dana dikelola secara transparan dan ibadah berjalan sesuai syariat,” tegas Maria.

Selain itu, pemerintah meminta jemaah mulai membiasakan berjalan kaki secara bertahap demi menjaga stamina menghadapi fase Armuzna.

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah menjaga stamina dengan membiasakan berjalan kaki secara bertahap sesuai kemampuan, membatasi aktivitas yang tidak mendesak, memperbanyak istirahat, serta mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Kondisi fisik yang prima menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah haji,” ujar Maria.

Khusus bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta, Kemenhaj meminta agar rutin berkoordinasi dengan petugas kesehatan apabila mengalami keluhan sekecil apa pun.

Sementara itu, operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M hingga hari ke-25 disebut berjalan lancar. Pemerintah mencatat sebanyak 411 kloter dengan 158.978 jemaah dan 1.641 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi.

Dari jumlah tersebut, 392 kloter dengan 151.382 jemaah dan 1.568 petugas sudah tiba di Makkah. Kemudian sebanyak 140 kloter dengan 53.705 jemaah dan 561 petugas tercatat masuk melalui Bandara Jeddah.

Adapun jemaah haji khusus yang sudah tiba di Tanah Suci mencapai 11.087 orang.

Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus mendampingi dan melayani jemaah selama proses ibadah berlangsung.

“Sekali lagi kami mengingatkan: jaga kesehatan, biasakan berjalan kaki, kurangi aktivitas yang tidak mendesak, dan ikuti arahan petugas demi kelancaran ibadah haji. Semoga seluruh jemaah Indonesia diberikan kesehatan, kemudahan, dan memperoleh haji yang mabrur,” tutup Maria

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top