Jemaah haji Indonesia mulai menempati tenda Arafah, Senin 25 Mei 2026. Foto Kemenhaj.
Oleh : H. Ismail SM, MUI Kota Semarang/ Dosen UIN Walisongo Semarang
BeritaHaji.id - Bismillah. Mulai tanggal 8-13 Dzulhijjah, masuk rangkaian ibadah haji paling penting: ARMUZNA. Jaga hati, jaga amal.
ARMUZNA adalah singkatan dari Arafah, Muzdalifah, Mina. Di sinilah rukun, wajib, dan sunnah haji berkumpul. Rasulullah ï·º bersabda, “Haji itu Arafah.” Artinya, keabsahan haji sangat bergantung pada bagaimana kita menjalani hari-hari ini.
Agar perjalanan ruhani ini bernilai di sisi Allah, berikut panduan ringkas yang bisa dijaga:
1. Bekal Terbaik = TAKWA
Fisik kuat penting untuk kuat berjalan dan tahan panas. Tapi tanpa takwa, semua lelah itu bisa sia-sia.
Takwa adalah yang membuat lisan terjaga dari ghibah, hati sabar saat berdesakan, dan amal ikhlas hanya untuk Allah.
Allah berfirman: “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa” [QS. Al-Baqarah: 197].
2. Riyadloh 5 Sifat di Lapangan
ARMUZNA adalah madrasah praktis. Di sana tidak ada kemewahan, hanya ujian kesabaran dan keikhlasan. Latih 5 sifat ini:
Sabar saat lelah, sesak, antre, dan cuaca panas. Ingat, ini tamu Allah.
Ikhlas luruskan niat. Bukan untuk foto, bukan untuk pujian, hanya untuk Allah.
Tawakal setelah berusaha tertib, serahkan hasilnya pada Allah.
Tawadhu’ buang gengsi. Di Arafah, raja dan rakyat duduk di tanah yang sama.
Ridha terima takdir Allah dengan lapang dada. Hujan, panas, tertinggal rombongan—semua dalam ilmu-Nya.
3. Jaga Ihram - Hindari 3 Hal Ini
Allah mengingatkan dalam QS. Al-Baqarah: 197:
“Maka barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, fusuq, dan jidal dalam masa mengerjakan haji.”
Rafats: perkataan dan perbuatan kotor.
Fusuq: segala bentuk maksiat, termasuk ghibah dan marah-marah.
Jidal: debat kusir dan bertengkar yang merusak kekhusyukan.
Ihram bukan sekadar kain putih. Ihram adalah keadaan hati yang terjaga dari dosa.
4. Noto Ati: Sibukkan Diri dengan Allah
“Noto ati” artinya mengelola hati. Di tengah kerumunan, jagalah hati agar tetap tertambat pada Allah:
Perbanyak Talbiyah, Zikir, Takbir. Jangan biarkan lisan kosong.
Manfaatkan waktu mustajab di Arafah untuk berdoa sungguh-sungguh. Mintalah ampunan, surga, dan keluarga yang shalih.
Berserah diri. Ini tamu Allah, bukan tamasya. Kembalikan semua pada-Nya.
Doa untuk Kita Semua
Allahumma ya Allah, limpahkan sehat wal afiat, kemudahan, kelancaran, kekhusyu’an, dan bekal takwa untuk seluruh jamaah haji. Anugerahkan kami sifat sabar, ikhlas, ridha. Sempurnakan kami menjadi haji mabrur dalam Ridha-Mu. Amin ya rabbal ‘alamin.
Catatan: Jaga kesehatan, ikuti arahan pembimbing, dan bantu jamaah lain. Pahala menolong di tanah suci berlipat ganda.
Semoga bermanfaat dan berkah.
بارك الله لنا ولكم ولجميع المؤمنين. أمين
.png)

.png)
