Jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meminta jemaah haji Indonesia yang akan pulang ke Tanah Air mematuhi aturan barang bawaan, termasuk larangan membawa air zamzam di dalam koper.
Imbauan itu disampaikan seiring berlangsungnya fase pemulangan jemaah dari Arab Saudi.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaf mengatakan kepatuhan terhadap aturan tersebut penting untuk menjaga kelancaran proses kepulangan jemaah di bandara.
Menurut Maria, masih ditemukan jemaah yang berupaya menyimpan air zamzam di dalam koper. Padahal, hal itu dapat berdampak pada proses pemeriksaan keamanan dan distribusi bagasi.
"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper, baik koper kabin maupun koper bagasi. Temuan zamzam saat pemeriksaan keamanan dapat menyebabkan koper harus dibongkar, memperlambat distribusi bagasi, dan berpotensi mengganggu kelancaran proses pemulangan jemaah secara keseluruhan," tegas Maria.
Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan skema distribusi zamzam resmi sehingga jemaah tidak perlu repot membawa sendiri dari Arab Saudi.
"Kami memahami keinginan jemaah untuk membawa zamzam. Namun, pemerintah telah menyiapkan distribusi zamzam resmi bagi seluruh jemaah haji Indonesia. Setiap jemaah akan menerima satu galon zamzam berisi lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air, sehingga tidak perlu membawa zamzam di dalam koper," katanya.
Di tengah proses pemulangan yang masih berlangsung, Kemenhaj juga mengakui adanya sejumlah penerbangan yang mengalami keterlambatan maupun penyesuaian jadwal.
"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh jemaah dan keluarga atas ketidaknyamanan yang terjadi. Bersama otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, dan seluruh petugas di lapangan, kami terus melakukan langkah-langkah percepatan dan koordinasi agar proses pemulangan dapat berlangsung seaman, senyaman, dan seefisien mungkin," ujar Maria.
Sementara itu, operasional penyelenggaraan haji belum sepenuhnya berakhir. Mulai Minggu, 7 Juni 2026, jemaah gelombang kedua dijadwalkan meninggalkan Makkah menuju Madinah untuk menjalani rangkaian akhir sebelum kembali ke Indonesia.
Karena itu, Kemenhaj mengingatkan jemaah agar membatasi barang bawaan dan mempersiapkan perjalanan dengan baik guna mendukung kelancaran mobilisasi.
"Kami mengajak seluruh jemaah untuk tetap menjaga kesehatan, mematuhi arahan petugas, serta saling membantu hingga seluruh rangkaian pelayanan haji berakhir dan seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat," pungkas Maria.
Adapun hingga Sabtu, 6 Juni 2026, sebanyak 75 kloter dengan total 29.644 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Indonesia. Dari jumlah tersebut, 72 kloter atau 28.536 jemaah dan petugas telah tiba di berbagai debarkasi. Selain itu, 8.579 jemaah dan petugas haji khusus juga telah kembali ke Tanah Air.

