M. Hariri, Jurnalis asal Kabupaten Sumenep. Foto Kabupaten Sumenep.
Sumenep. Beritahaji.id - Menjadi petugas haji merupakan pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh M. Hariri.
Jurnalis asal Kabupaten Sumenep itu dipercaya menjadi bagian dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 pada bidang Media Center Haji (MCH).
Perjalanan tersebut bermula dari tawaran yang diterimanya pada Desember 2025 saat masih aktif menjalankan tugas sebagai wartawan TV9 Nusantara. Dengan dukungan keluarga, ia kemudian mengikuti proses seleksi yang digelar di Jakarta.
Namun, proses itu tidak dilalui dengan mudah. Di tengah tahapan seleksi, anak keduanya jatuh sakit dan harus menjalani perawatan di rumah sakit. Meski demikian, Hariri tetap menyelesaikan seluruh rangkaian seleksi hingga tuntas.
"Pengalaman menjadi petugas haji bukan sekadar tugas pekerjaan, melainkan perjalanan hidup yang mengajarkan arti pengabdian, kesabaran, dan keikhlasan dalam melayani tamu-tamu Allah," kata Hariri kepada Media Center Diskominfo Kabupaten Sumenep, Senin, 22 Juni 2026.
Perjuangannya membuahkan hasil. Pada akhir Desember 2025, ia menerima pesan WhatsApp yang menyatakan dirinya lulus sebagai calon petugas haji. Kabar tersebut disambut haru dan rasa syukur oleh dirinya serta keluarga.
Setelah mengikuti pelatihan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Hariri berangkat ke Arab Saudi pada 18 Mei 2026. Ia ditempatkan sebagai petugas Media Center Haji di Daerah Kerja Bandara.
Selain bertugas meliput dan menyebarluaskan informasi penyelenggaraan ibadah haji, Hariri juga terlibat langsung dalam pelayanan jemaah. Ia membantu lansia, mendorong kursi roda, hingga mendampingi jemaah yang mengalami kesulitan saat tiba di Tanah Suci.
Tidak hanya bertugas di bandara, Hariri juga mendapat amanah sebagai anggota Satgas Arafah saat puncak pelaksanaan ibadah haji. Bersama petugas lainnya, ia membantu menyiapkan fasilitas bagi ribuan jemaah Indonesia di Arafah serta memastikan layanan berjalan lancar selama proses wukuf hingga pergerakan menuju Muzdalifah dan Mina.
Di tengah pelaksanaan tugas, ujian kembali datang. Istrinya mengalami kecelakaan di Indonesia saat dirinya berada di Arab Saudi.
Karena terpisah jarak ribuan kilometer, Hariri hanya bisa memanjatkan doa di Masjid Nabawi dan memantau perkembangan kondisi istrinya dari kejauhan. Beruntung, sang istri berangsur pulih setelah mendapatkan perawatan medis.
Ia berharap kisah yang dialaminya dapat menjadi inspirasi bagi wartawan daerah dan generasi muda agar tidak pernah merasa minder dalam meraih kesempatan besar.
Menurut Hariri, ada satu kalimat yang paling menggambarkan perjalanan hidupnya hingga dipercaya menjadi petugas haji 2026.
“Min haitsu la yahtasib, dari arah yang tidak pernah disangka-sangka," katanya.
