BPKH Klaim Pendanaan Haji 2026 dalam Kondisi Aman

Arifah
0
Rangkaian Upacara Penutupan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026. Foto BPKH

Jakarta. BeritaHaji.id - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) memastikan pendanaan penyelenggaraan ibadah Haji 2026 berada dalam kondisi aman dan likuid. Hingga saat ini, lebih dari separuh dana haji telah disalurkan untuk mendukung kebutuhan operasional haji.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah, dalam rangkaian Upacara Penutupan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat, 30 Januari 2026.

“Alhamdulillah, sesuai arahan Presiden, BPKH telah mempersiapkan seluruh dukungan pendanaan. Hingga saat ini, lebih dari 50 persen dana haji telah ditransfer untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan ibadah haji Indonesia," ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi keuangan haji tetap terjaga dan siap menopang seluruh kebutuhan pelaksanaan ibadah haji tahun depan.

"Dana haji berada dalam kondisi aman dan likuid, serta siap mendukung penuh pelaksanaan ibadah haji,” sambungannya.

Penyaluran dana tersebut berjalan seiring dengan kesiapan sumber daya manusia penyelenggara haji. Sebanyak 1.600 PPIH Arab Saudi 2026 telah menuntaskan pembekalan sebagai bagian dari persiapan operasional di Tanah Suci.

Selama 20 hari, para petugas mengikuti pendidikan dan pelatihan yang mencakup berbagai layanan krusial. Mulai dari transportasi, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah, layanan lansia dan disabilitas, kesehatan, media center, hingga bimbingan ibadah.

Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan haji yang aman, profesional, dan berorientasi pada jemaah.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya kesiapan menyeluruh dalam penyelenggaraan haji, mengingat Indonesia merupakan negara dengan jumlah jemaah haji terbesar di dunia.

“Setiap tahun Indonesia mengirimkan jumlah jemaah haji terbesar di dunia. Fakta ini menuntut kesiapan yang sungguh-sungguh, tata kelola yang tertib, serta kualitas petugas yang dapat diandalkan," ujarnya.

Ia menyebut, peran petugas haji sangat strategis karena menjadi representasi Indonesia di hadapan dunia.




" Petugas Penyelenggara Ibadah Haji berada pada posisi strategis dan menjadi wajah Indonesia di hadapan dunia. Mereka diharapkan mampu melayani jemaah dengan tulus dan amanah,” ujar Gus Irfan.




Upacara penutupan Diklat PPIH Arab Saudi 2026 turut dihadiri Utusan Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy, Menteri dan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, serta jajaran pimpinan BPKH.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top