Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf. Foto Kemenhaj.
Surabaya. BeritaHaji.id – Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, membuka agenda Pembinaan Pegawai Persiapan Operasional Haji 1447 H/2026 M dengan pesan tegas yaknu integritas dan kecepatan kerja adalah harga mati bagi seluruh aparatur di kementeriannya.
“Di Kementerian Haji dan Umrah tidak ada jalan santai. Kita semua dituntut untuk berlari. Yang tidak mampu berlari akan tertinggal, dan yang menghambat akan merugikan kementerian secara keseluruhan. Siapa mengerjakan apa, kapan tenggatnya, dan apa hasilnya harus jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Menhaj di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, Jumat, 24 Januari 2026.
Ia menekankan bahwa kementerian ini membawa mandat langsung dari Presiden, sehingga setiap pegawai harus bekerja tanpa kompromi.
“Presiden memberikan mandat langsung kepada saya: 'Kementerian lain mungkin bisa ada kecurangan, tetapi Kementerian Haji dan Umrah tidak boleh ada kecurangan satu rupiah pun.' Mandat ini saya sampaikan kepada seluruh jajaran. Tindak semua indikasi kecurangan, babat mafia haji dan rente tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Tidak ada pengecualian bagi pelanggar aturan.
“Tidak ada istilah 'orangnya menteri', 'orangnya wamen', atau orangnya pejabat tertentu. Jika ada penyimpangan, tindak, libas, dan bersihkan. ASN yang tidak mampu menjaga integritas, lebih baik kembali ke instansi asalnya. Kita tidak butuh orang pintar yang tidak jujur,” tambah Menhaj.
Mengingat Kemenhaj baru terbentuk pada Oktober 2025 dari struktur kecil, Menhaj meminta seluruh pegawai melebur menjadi satu identitas pelayanan.
“Tugas kita satu dan jelas, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah. Jangan pernah menganggap ini sebagai pekerjaan birokrasi rutin. Ini adalah amanah jutaan umat Islam Indonesia. Setiap kelalaian langsung berdampak pada kehormatan negara,” jelasnya.
Ia pun menekankan pentingnya meninggalkan pola kerja lamban. Kinerja di kementerian kini diukur dari hasil konkret, bukan rutinitas harian. Setiap kebijakan dan tindakan harus memudahkan jemaah, bukan menambah hambatan.
Menutup pembinaan, Menhaj menginstruksikan seluruh pegawai di Kanwil Kemenhaj Provinsi Jawa Timur dan UPT Asrama Haji Embarkasi Surabaya untuk menyingkirkan ego sektoral maupun jabatan.
“Orientasi utama kita hanya satu, pelayanan terbaik bagi jemaah. Kita adalah satu tim, satu tujuan, dan satu komando. Buktikan diri melalui kinerja nyata, bukan sekadar seremonial,” tandasnya.


