Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menggelar Training of Trainers (TOT) Fasilitator Diklat Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat dan PPIH Embarkasi sebagai bagian dari persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. Kegiatan ini berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Senin, 5 Januari 2025.
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochammad Irfan Yusuf, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelenggaraan ibadah haji bukan sekadar urusan teknis.
“Penyelenggaraan haji tidak hanya menyangkut aspek teknis dan administratif, tetapi juga menyangkut harapan, doa, dan pengorbanan jutaan jemaah beserta keluarganya,” ujarnya.
Menurut Menhaj RI, ibadah haji merupakan amanah konstitusional, regulatif, sekaligus tanggung jawab moral dan spiritual yang harus dijalankan secara profesional dan berintegritas.
Ia menekankan bahwa kualitas penyelenggaraan haji sangat ditentukan oleh kualitas petugas haji yang bertugas di lapangan.
“Oleh karena itu, fasilitator Diklat PPIH memegang peran strategis sebagai penjaga standar mutu pelatihan sekaligus pembentuk karakter petugas yang akan bertugas langsung melayani jemaah di Tanah Suci,” ujarnya.
Menhaj menilai fasilitator merupakan perpanjangan tangan negara dan Presiden dalam memberikan pelayanan kepada jemaah.
“Karena itu, fasilitator tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membentuk cara berpikir, sikap kerja, dan etos pengabdian petugas haji,” tegas Menhaj.
Ia menambahkan, Training of Trainers ini bukan sekadar agenda rutin. TOT menjadi ruang konsolidasi nilai, penyamaan persepsi, sekaligus penguatan arah kebijakan penyelenggaraan ibadah haji. Melalui kegiatan ini, Kemenhaj menyiapkan fasilitator yang profesional, berintegritas, dan mampu menerjemahkan kebijakan kementerian ke dalam praktik pelatihan yang efektif dan bermakna.
Dalam arahannya, Menhaj RI menyampaikan tiga penekanan utama kepada peserta TOT. Pertama, profesionalisme berbasis kompetensi dan nilai. Fasilitator diharapkan menguasai substansi tugas petugas haji, mulai dari aspek manajerial, pelayanan jemaah, kesehatan, perlindungan, hingga bimbingan ibadah, sekaligus menanamkan nilai keikhlasan, tanggung jawab, disiplin, dan empati.
Kedua, kesatuan persepsi dan narasi kebijakan. Menhaj menegaskan bahwa Kemenhaj terus menata ekosistem penyelenggaraan ibadah haji yang lebih tertib, terukur, dan berorientasi pada jemaah. Fasilitator diminta menjadi perpanjangan kebijakan kementerian agar tidak terjadi perbedaan pesan maupun penafsiran di lapangan.
Ketiga, kemampuan membimbing dan menginspirasi. Dengan latar belakang petugas haji yang beragam, fasilitator dituntut mampu menciptakan suasana pembelajaran yang dialogis, partisipatif, dan relevan dengan dinamika di lapangan.
Menhaj RI juga menyinggung peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan petugas haji tahun ini. Diklat petugas haji dilaksanakan selama satu bulan penuh dengan penempatan yang layak sebagai bagian dari komitmen peningkatan kualitas pelayanan.
“Harapannya, petugas tahun ini dapat memberikan pelayanan yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Bukan berarti petugas tahun lalu tidak baik, justru saya menyaksikan langsung dedikasi luar biasa petugas yang bahkan tidur di Arafah dan Mina demi melayani jemaah,” ujarnya.
Menutup arahannya, Menhaj RI berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan TOT dengan sungguh-sungguh dan menjadikannya sebagai bagian dari ibadah dan pengabdian. Ia menekankan pentingnya menjaga standar mutu pelatihan agar petugas haji yang dihasilkan siap memberikan pelayanan terbaik di Makkah, Madinah, serta di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Sementara itu, Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menyampaikan bahwa TOT ini diikuti oleh 179 peserta. Mereka terdiri atas pembina, narasumber, pemateri, moderator, fasilitator, serta pengasuh kelompok dari unsur TNI dan Polri, serta peserta dari 15 embarkasi.
“TOT ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Diklat Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Tingkat Pusat dan PPIH Embarkasi Tahun 1447 H/2026 M, yang berlangsung pada 5–8 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede,” jelas Puji Raharjo.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan fasilitator dan petugas haji yang semakin siap, profesional, dan berorientasi pada pelayanan jemaah.


