BeritaHaji.id - Sebanyak 300 jemaah umrah Indonesia tercatat masih tertahan atau stranded hingga 3 Maret 2026.
Mereka tersebar di Jeddah dan Makkah akibat kendala jadwal penerbangan lanjutan serta koordinasi visa dan penerbangan transit.
Menanggapi kondisi itu, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah memastikan seluruh jemaah tetap dalam pengawasan dan pendampingan intensif. Tim Teknis Urusan Haji disiagakan penuh untuk mengawal proses kepulangan.
Staf Teknis Urusan Haji KJRI Jeddah, Muhammad Ilham Effendy, menegaskan komitmen tersebut.
“Kami memastikan seluruh jemaah mendapatkan pendampingan secara langsung, mulai dari proses check-in hingga keberangkatan," ujarnya.
"Negara hadir untuk memberikan perlindungan, terutama bagi jemaah yang menghadapi kendala penerbangan,” ujar Ilham.
Untuk mempercepat penanganan, KJRI Jeddah melakukan koordinasi berkelanjutan dengan maskapai penerbangan guna memastikan kepastian jadwal. Petugas juga memastikan konsumsi serta kebutuhan dasar jemaah tetap terpenuhi selama menunggu keberangkatan.
Tak hanya itu, koordinasi dengan pihak travel dan penanggung jawab visa turut dilakukan untuk mempercepat penyelesaian administrasi. Pengawasan dilakukan bergiliran selama 24 jam guna mengantisipasi potensi penumpukan jemaah.
Ilham memastikan situasi tetap terkendali meski jumlah jemaah yang tertahan cukup signifikan.
“Kami terus siaga 24 jam. Prinsipnya, tidak boleh ada jemaah yang merasa ditinggalkan. Perlindungan dan pendampingan adalah tanggung jawab yang kami jalankan secara penuh,” tegasnya.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah secara umum berjalan lancar. Pada 3 Maret 2026 pukul 23.40 waktu setempat, sebanyak 2.278 jemaah dalam proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.
Dengan demikian, total jemaah yang telah kembali ke Tanah Air sejak 28 Februari hingga 3 Maret 2026 mencapai 10.060 orang.
Pengawasan dilakukan langsung di Terminal 1 dan Terminal Haji, sebagai bagian dari komitmen negara dalam memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh jemaah.
Sementara itu, pada 3 Maret 2026 tidak terdapat pemulangan jemaah umrah melalui Prince Mohammed bin Abdulaziz International Airport di Madinah.
KJRI Jeddah memastikan seluruh petugas tetap siaga demi menjamin keamanan, kenyamanan, serta kepastian kepulangan jemaah umrah Indonesia ke Tanah Air.


