Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan. Foto Himpuh.
Jakarta. BeritaHaji.id - Antrean haji yang tembus hingga 26 tahun mendorong pemerintah mengkaji perubahan besar dalam sistem pengelolaan haji. Salah satu opsi yang mencuat adalah skema baru berbasis kecepatan atau “war tiket”.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyebut, wacana ini muncul dari evaluasi internal, termasuk bersama Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.
"Jujur, ketika kita bicara tentang antrean, pemikiran kami di Kementerian, terutama pemikiran dari Wamen saya yang sangat progresif itu, muncul: Apakah perlu antrean yang begitu lama?," katanya, dikutip dari Himpuh News, Jumat 10 April 2026.
Dalam konsep yang dibahas, sistem antrean panjang berpotensi dihapus dan diganti dengan mekanisme terbuka. Pemerintah akan mengumumkan biaya serta jadwal pendaftaran, lalu calon jemaah yang siap bisa langsung membayar untuk mengamankan kursi.
"Waktu itu pemerintah mengumumkan, biaya haji tahun ini sekian, pembukaan pendaftaran dimulai tanggal sekian sampai tanggal sekian, silakan yang mau berangkat haji silakan membayar. Semacam war ticket," katanya
Skema ini merujuk pada sistem rebutan kuota, mirip pembelian tiket terbatas yang mengutamakan kecepatan.
Tak hanya itu, pemerintah juga membuka kemungkinan kembali ke sistem lama sebelum keberadaan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
"Apakah perlu dipikirkan bagaimana kita kembali ke zaman-zaman sebelum ada BPKH? Sebelum ada BPKH, insya Allah tidak ada antrean," ujarnya.
Menurut Irfan, tingginya minat masyarakat untuk berhaji membuat sistem saat ini perlu ditinjau ulang agar lebih adaptif dan efektif.
Meski demikian, ia menegaskan seluruh gagasan tersebut masih dalam tahap wacana dan belum menjadi keputusan resmi.
"Apakah perlu kita memikirkan hal seperti itu lagi? Tentu ini bukan hal yang gampang untuk diputuskan, tapi sebagai sebuah wacana, tentu bisa sah-sah saja untuk kita pikirkan," katanya.
Pemerintah disebut masih mengkaji dampak serta kesiapan sistem sebelum mengambil langkah final.

