Pemerintah Tambal Biaya Haji 2026

Arifah
0

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Foto Himpuh News.

Jakarta. Blok7.id - Pemerintah menambah anggaran Rp1,77 triliun dari APBN untuk menutup lonjakan biaya penerbangan haji 2026. 

Hal ini diambil agar jemaah tidak terbebani di tengah kenaikan harga avtur global.

Mengutip laman Himpuh, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, tambahan anggaran tersebut bersumber dari cadangan APBN hasil efisiensi belanja pemerintah.

"Dari APBN lah, kan masih ada cadangan-cadangan," ujar Purbaya, ditulis Jumat 10 April 2026.

Ia menjelaskan, efisiensi anggaran yang dihitung sepanjang tahun memungkinkan pemerintah mengalihkan dana ke kebutuhan mendesak, termasuk biaya haji.

"Kita kan udah efisiensi. Itu saya yakin efisiensi itu yang dihitung setahun, sebagiannya, sampai akhir tahun kan. Kalau efisiensi itu diambil, ditaruh di satu tempat, nanti itu akan disalurkan ke yang tadi, ke yang pengeluaran baru," jelasnya.

Tambahan anggaran ini menjadi respons atas kenaikan harga avtur yang memicu naiknya tarif penerbangan haji. Pemerintah memastikan biaya tambahan tersebut tidak dibebankan ke jemaah.

Sekitar 220 ribu calon jemaah haji Indonesia akan mendapat manfaat dari kebijakan ini.

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto menegaskan biaya haji 2026 justru tetap turun meski ada tekanan biaya.

“Kita pastikan bahwa biaya haji 2026, kita turunkan harganya sekitar Rp2 juta rupiah, walaupun harga avtur naik,” kata Presiden Prabowo dalam Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta.

Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026 sendiri telah disepakati sebesar Rp87.409.366 per jemaah, turun sekitar Rp2 juta dibanding tahun sebelumnya.

Pemerintah menegaskan tidak ingin membebani masyarakat di tengah kenaikan harga energi global, khususnya bahan bakar pesawat.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top