Inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penyedia koper. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Pemerintah menyiapkan pendekatan terpadu untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji, mulai dari penguatan layanan hingga pengawasan keberangkatan jemaah.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Haji lintas instansi. Satgas ini akan melibatkan kepolisian hingga imigrasi untuk menekan praktik keberangkatan tanpa visa resmi.
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengatakan langkah ini diambil sebagai respons atas temuan tahun sebelumnya.
“Kami sedang menyusun Satgas Haji bersama kepolisian dan imigrasi untuk mencegah WNI berangkat tanpa visa haji," uarnya, Rabu 15 April 2026.
Menurutnya, upaya tersebut penting untuk melindungi jemaah dari berbagai risiko selama di Arab Saudi, termasuk potensi terlantar.
Ia menegaskan, pendekatan yang dilakukan tidak hanya penindakan, tetapi juga edukasi kepada masyarakat.
“Pertama, kita edukasi agar masyarakat tidak berangkat tanpa visa haji. Kedua, kita dorong solusi yang memudahkan masyarakat agar dapat berhaji melalui jalur yang sesuai ketentuan,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga memastikan kesiapan layanan dokumen perjalanan bagi jemaah haji. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh kelancaran proses tersebut.
“Kami memastikan kesiapan layanan, termasuk percepatan proses saat menghadapi deadline. Edukasi kepada masyarakat juga terus kami lakukan agar memahami aturan keberangkatan haji,” ujar Agus.
Penguatan layanan juga dilakukan melalui penambahan fasilitas Makkah Route. Jika sebelumnya hanya tersedia di tiga bandara, kini layanan tersebut diperluas.
“Penambahan Makkah Route ini diharapkan dapat semakin memperlancar proses keberangkatan jemaah haji tahun ini,” katanya.
Selain itu, pengawasan di bandara juga akan diperketat untuk memastikan tidak ada jemaah yang berangkat tanpa visa resmi.
“Kita mengharapkan jangan sampai warga negara kita terlantar di sana, karena kebijakan Arab Saudi saat ini memang tidak mengizinkan selain pemegang visa haji untuk masuk pada musim haji,” tegasnya.
Sebelumnya, penyelenggaraan haji tahun ini dinilai berjalan lebih baik, salah satunya berkat dukungan lintas kementerian dalam percepatan layanan paspor.
“Proses haji kemarin kita banyak dibantu oleh Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, terutama terkait percepatan paspor jemaah," ujarnya.
"Karena dikejar deadline, kami sempat memohon agar layanan tetap dibuka di hari Sabtu dan jam operasional diperpanjang. Alhamdulillah, semua bisa berjalan dengan baik,” ujar Menhaj.

.png)
