Kyra Talita Sakhi tercatat sebagai jemaah termuda asal Magelang. Foto
MAGELANG. EDUKASIA.ID – Seorang remaja 13 tahun asal Kabupaten Magelang menjadi sorotan dalam keberangkatan haji 2026. Kyra Talita Sakhi tercatat sebagai jemaah termuda dari total 1.423 calon jemaah haji yang akan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.
Kyra dijadwalkan berangkat pada 13 Mei 2026 melalui embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA), tergabung dalam Kloter 18 bersama sang ibu dan anggota keluarga lainnya.
Di balik keberangkatannya, ada kisah haru yang menyertai. Porsi haji yang digunakan Kyra merupakan milik ayahnya, Eko Setyawan, yang meninggal dunia pada 2021 saat pandemi.
Sang ibu, Dian Rahmawati (38), mengaku dirinya dan suami telah mendaftar haji sejak 2012 dan mendapat jadwal berangkat pada 2026.
Setelah suaminya meninggal, Dian kemudian mengajukan pergantian nama agar porsi haji tetap bisa digunakan keluarga.
“Waktu itu hanya untuk mengganti nama, supaya kalau dipanggil tahun berikutnya sudah atas nama anak saya. Tapi ternyata dipanggil Kemenag untuk biometrik dan bisa berangkat tahun ini,” ujar Dian, Rabu, 22 April 2026.
Pemanggilan dari Kementerian Agama datang pada Januari 2026, setelah Kyra genap berusia 13 tahun.
Kabar tersebut disambut haru oleh keluarga karena sebelumnya Dian sempat membayangkan anaknya harus berangkat sendiri beberapa tahun mendatang.
“Kalau harus berangkat sendiri nanti kasihan. Jadi waktu tahu bisa berangkat bareng, keluarga sangat terharu,” tuturnya.
Bagi Dian, kesempatan ini menjadi rezeki sekaligus pengganti peran sang suami yang seharusnya mendampinginya berhaji.
“Ini sudah rezeki. Yang penting kami bisa berangkat bersama,” ungkapnya.
Meski masih duduk di bangku sekolah, Kyra telah menjalani persiapan seperti jemaah dewasa. Ia mengikuti manasik haji sebanyak tujuh hingga delapan kali melalui KBIH setempat.
Selain itu, Kyra juga mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan.
“Persiapannya mental dan fisik. Latihannya lari dan jalan cepat,” jelas Kyra.
Ia rutin berlari dan berjalan cepat di sekitar rumah untuk menjaga stamina sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di tengah persiapan itu, Kyra tetap menjalani aktivitas sebagai pelajar. Ia telah diterima di salah satu SMP di Kota Magelang dan akan mulai bersekolah setelah pulang dari ibadah haji.
Saat ini, seluruh dokumen keberangkatan, termasuk paspor dan visa, telah selesai diproses.
Di balik keberangkatannya, ada kisah haru yang menyertai. Porsi haji yang digunakan Kyra merupakan milik ayahnya, Eko Setyawan, yang meninggal dunia pada 2021 saat pandemi.
Sang ibu, Dian Rahmawati (38), mengaku dirinya dan suami telah mendaftar haji sejak 2012 dan mendapat jadwal berangkat pada 2026.
Setelah suaminya meninggal, Dian kemudian mengajukan pergantian nama agar porsi haji tetap bisa digunakan keluarga.
“Waktu itu hanya untuk mengganti nama, supaya kalau dipanggil tahun berikutnya sudah atas nama anak saya. Tapi ternyata dipanggil Kemenag untuk biometrik dan bisa berangkat tahun ini,” ujar Dian, Rabu, 22 April 2026.
Pemanggilan dari Kementerian Agama datang pada Januari 2026, setelah Kyra genap berusia 13 tahun.
Kabar tersebut disambut haru oleh keluarga karena sebelumnya Dian sempat membayangkan anaknya harus berangkat sendiri beberapa tahun mendatang.
“Kalau harus berangkat sendiri nanti kasihan. Jadi waktu tahu bisa berangkat bareng, keluarga sangat terharu,” tuturnya.
Bagi Dian, kesempatan ini menjadi rezeki sekaligus pengganti peran sang suami yang seharusnya mendampinginya berhaji.
“Ini sudah rezeki. Yang penting kami bisa berangkat bersama,” ungkapnya.
Meski masih duduk di bangku sekolah, Kyra telah menjalani persiapan seperti jemaah dewasa. Ia mengikuti manasik haji sebanyak tujuh hingga delapan kali melalui KBIH setempat.
Selain itu, Kyra juga mempersiapkan kondisi fisik dan mental menjelang keberangkatan.
“Persiapannya mental dan fisik. Latihannya lari dan jalan cepat,” jelas Kyra.
Ia rutin berlari dan berjalan cepat di sekitar rumah untuk menjaga stamina sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Di tengah persiapan itu, Kyra tetap menjalani aktivitas sebagai pelajar. Ia telah diterima di salah satu SMP di Kota Magelang dan akan mulai bersekolah setelah pulang dari ibadah haji.
Saat ini, seluruh dokumen keberangkatan, termasuk paspor dan visa, telah selesai diproses.

.png)