Devi Febrianti mengejar rombongan haji orang tuanya sejauh 137 kilometer usai wisuda di Majene, demi bertemu singkat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Foto IST.
Majene. BeritaHaji.id - Momen wisuda biasanya dihadiri orang tua. Namun, hal itu tidak dialami Devi Febrianti, S.H. Kedua orang tuanya, Yuliana dan Sakaria, berangkat haji di hari yang sama dengan pelaksanaan wisudanya, Senin, 27 April 2026.
Devi yang merupakan lulusan STAIN Majene tetap mengikuti prosesi wisuda di kampusnya.
Sementara itu, orang tuanya telah lebih dulu bergabung dengan rombongan jemaah haji dari titik kumpul di Mamuju, menuju Embarkasi Ujung Pandang, Makassar.
Usai wisuda, Devi tidak pulang. Ia langsung menyusul rombongan jemaah yang saat itu dijadwalkan singgah untuk istirahat, salat, dan makan (isoma) di Masjid Besar Ilaikal Masir, Majene.
“Begitu wisuda selesai, saya langsung ke masjid tempat jemaah singgah. Alhamdulillah masih sempat bertemu dan mengambil dokumentasi bersama orang tua,” ujarnya.
Perlu niat dan perjuangan hebat bagi Devi, menyusul kedua orangtuanya.
Untuk sampai ke lokasi tersebut, ia harus menempuh perjalanan sekitar 137 kilometer atau hampir tiga jam.
Pertemuan pun berlangsung sangat singkat. Devi mengaku tidak sempat berbincang lama dengan kedua orang tuanya.
“Pesan dari orang tua belum sempat disampaikan karena situasinya terburu-buru. Kami juga langsung makan, dan mama saat itu kurang enak badan karena mabuk perjalanan,” katanya.
Meski tanpa kehadiran orang tua saat wisuda, Devi tetap bisa bertemu mereka sebelum melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci. Momen tersebut menjadi pengalaman yang berkesan bagi Devi di hari kelulusannya.
.png)
