Wamen Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama tim KKHI. Foto: MCH
Makkah. BeritaHaji.id - Jamaah haji yang meninggal dunia pada musim haji 2026 ternyata didominasi kelompok usia produktif. Pemerintah menyebut mayoritas jamaah wafat bukan berasal dari kalangan lansia.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan banyak jamaah usia 40 hingga 50 tahun merasa masih kuat sehingga memaksakan aktivitas selama berada di Tanah Suci.
“Yang wafat itu kebanyakan justru bukan lansia, yang wafat itu justru yang umur-umur 50-an atau 40-an. Karena merasa sehat, kemudian memaksakan kegiatan, akhirnya tidak terasa tumbang,” katanya.
Menurut Dahnil, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa kesiapan berhaji tidak hanya ditentukan faktor usia, tetapi juga kondisi kebugaran dan kesiapan fisik jamaah.
Meski demikian, pemerintah mencatat angka kematian jamaah haji tahun ini mengalami penurunan dibanding musim haji sebelumnya.
Dahnil menyebut penurunan tersebut dipengaruhi penguatan layanan kesehatan serta kemudahan operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Arab Saudi.
“Secara statistik tahun ini akibat komitmen dari pemerintah Saudi Arabia dan kita, penurunannya signifikan. Kalau tahun lalu per tanggal ini sudah 120 orang yang meninggal, tapi tahun ini sampai dengan hari ini hanya sekitar 50 orang,” ujar Dahnil kepada Tim Media Center Haji.
Ia menyampaikan hal itu usai melakukan visitasi ke fasilitas KKHI di Makkah sekaligus memberikan pengarahan kepada ratusan tenaga kesehatan haji.
Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan hingga tingkat sektor membantu mempercepat penanganan medis terhadap jamaah yang mengalami gangguan kesehatan, terutama menjelang fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Hingga kini, hampir 10 ribu jamaah tercatat telah mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan maupun risiko serangan panas atau heatstroke.
Dahnil juga meminta seluruh jamaah dan petugas tetap meningkatkan kewaspadaan selama fase Armuzna yang dikenal cukup berat secara fisik.
Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan apresiasi kepada sekitar 1.600 dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas selama musim haji tahun ini.
Menurutnya, tenaga kesehatan menjadi garda terdepan dalam menjaga keselamatan jamaah, terutama saat pelaksanaan wukuf di Arafah hingga mabit di Mina.
Karena itu, Dahnil meminta seluruh tenaga kesehatan menjaga stamina dan memperkuat strategi pelayanan jemput bola agar risiko kematian jamaah dapat terus ditekan selama puncak ibadah haji berlangsung.

