Enam Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Wafat di Tanah Suci

Arifah
0


Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam. Foto Kominfo Jatim.

Surabaya. BeritaHaji.id - Sebanyak enam jemaah haji Embarkasi Surabaya dilaporkan wafat di Arab Saudi hingga hari ke-21 operasional pemberangkatan haji 2026. 

Meski demikian, proses keberangkatan jemaah menuju Tanah Suci disebut tetap berjalan lancar.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menyampaikan duka cita atas wafatnya para jemaah tersebut.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya para jemaah haji di Tanah Suci. Semoga seluruh amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.

Enam jemaah yang wafat yakni Kamariyah Dul Tayib (85) asal Kabupaten Pasuruan dari Kloter 8, Abd Wachid (71) asal Kabupaten Pasuruan Kloter 7, Fajar Puja Sasmita (53) asal Kota Malang Kloter 11, Sibiatun Saji (72) asal Kabupaten Lamongan Kloter 33, Mustika Rajim D (75) asal Kabupaten Gresik Kloter 47, serta Suyono Reso (58) asal Kabupaten Jombang Kloter 62.

PPIH memastikan seluruh jemaah telah mendapatkan penanganan sesuai prosedur dan dimakamkan di Tanah Suci. Pihak embarkasi juga terus berkoordinasi dengan keluarga jemaah di daerah asal terkait proses administrasi dan penyampaian informasi.

Di sisi lain, operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga 11 Mei 2026 tercatat berjalan lancar. Total 28.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Tanah Suci atau sekitar 65 persen dari total rencana pemberangkatan musim haji 1447 H/2026 M.


Hingga hari ke-21 operasional, Embarkasi Surabaya telah memberangkatkan 76 kloter. Khusus pada 11 Mei 2026, sebanyak lima kloter yakni SUB 72 hingga SUB 76 diterbangkan dengan total 1.897 orang.

Komposisi jemaah yang telah berangkat terdiri dari 13.253 laki-laki dan 15.192 perempuan.

Dalam proses operasional, PPIH juga mencatat adanya 122 mutasi keluar yang memengaruhi manifest penerbangan. Mutasi tersebut meliputi jemaah sakit, penundaan keberangkatan, pendamping, perpindahan kloter, hingga satu jemaah yang wafat di daerah asal sebelum keberangkatan.

Untuk menekan jumlah kursi kosong penerbangan, PPIH melakukan mekanisme mutasi masuk dengan mengalihkan jemaah dari daftar belum berkloter maupun dari kloter lain.

Dari proses tersebut, sebanyak 67 kursi berhasil terisi kembali sehingga tersisa 55 seat kosong.

“Skema pengisian kursi kosong terus kami optimalkan agar kapasitas penerbangan tetap maksimal dan jemaah yang siap berangkat dapat segera diberangkatkan,” kata Mohammad As’adul Anam.

PPIH juga mencatat sebanyak 73 kloter berangkat tepat waktu tanpa keterlambatan maupun percepatan jadwal.

Meski demikian, masih ada 12 jemaah yang mengalami penundaan keberangkatan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya. Mereka terdiri dari delapan jemaah sakit, dua pendamping, dan dua jemaah kategori lain-lain yang masih menjalani observasi kesehatan serta menunggu kursi pada kloter berikutnya.

Pada fase pertama pemberangkatan tahun ini, jemaah tertua tercatat atas nama Tukiran Abd Razak asal Kabupaten Malang dari Kloter 17 dengan usia 98 tahun.

Sementara itu, pada 12 Mei 2026 Embarkasi Surabaya dijadwalkan menerima kedatangan 760 calon jemaah haji yang terbagi dalam dua kloter, yakni SUB 82 dan SUB 83. Seluruh calon jemaah tersebut berasal dari Kabupaten Banyuwangi.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top