Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman. Foto Kemenhaj.
Makkah. BeritaHaji.id - Jamaah haji Indonesia yang menjalani lempar jumrah saat puncak haji 1447 H/2026 bakal diarahkan menggunakan Jamarat lantai 3.
Kebijakan itu diterapkan PPIH Arab Saudi untuk mengurangi kepadatan jamaah di kawasan Mina dan Jamarat.
Koordinator Bidang Satuan Operasi Arafah Muzdalifah dan Mina (Satop Armuzna) serta Pelindungan Jamaah PPIH Arab Saudi, Harun Arrasyid Usman, mengatakan jamaah yang tinggal di tenda Mina menjadi prioritas dalam skema tersebut.
“Bagi jamaah kita yang tinggal di tenda Mina, diprioritaskan melaksanakan lempar jumrah di lantai 3,” ujar Harun saat meninjau jalur pergerakan jamaah dari Mina menuju Jamarat di Makkah, Ahad, 18 Mei 2026.
Menurut Harun, pengaturan ini berlaku bagi jamaah yang tidak mengikuti program tanazul dan tetap bermalam di Mina.
Jamaah nantinya diarahkan masuk melalui terowongan Muaisim menuju area Jamarat lantai 3 untuk melaksanakan lontar jumrah.
Setelah selesai melontar jumrah Aqabah, jamaah diminta tidak turun ke lantai bawah agar arus pergerakan tetap tertib dan tidak bercampur dengan jamaah lain yang menuju hotel maupun jalur negara lain.
“Setelah selesai melontar jumrah, jangan turun ke bawah. Nanti petugas akan mengarahkan apakah jamaah kembali ke tenda atau menuju hotel,” katanya.
Bagi jamaah yang kembali ke Mina, petugas akan mengarahkan jalur memutar melalui pintu keluar Jamarat sebelum masuk lagi ke terowongan Muaisim menuju area tenda.
“Jadi setelah selesai lempar jumrah, jamaah langsung diarahkan kembali masuk ke terowongan Muaisim menuju tenda Mina,” ujar Harun.
PPIH Arab Saudi juga menyiapkan petugas di sejumlah titik strategis untuk membantu pengaturan arus jamaah dan mengantisipasi kepadatan saat fase Armuzna berlangsung.
Seluruh proses pergerakan jamaah selama lempar jumrah nantinya difokuskan tetap berada di lantai 3.
Selain pengaturan jalur, PPIH juga membentuk Tim Khusus Mina yang berisi petugas berpengalaman untuk bersiaga di kawasan Arafah, Muzdalifah, Mina hingga Jamarat selama puncak ibadah haji.
Tim tersebut bertugas membantu pelayanan, perlindungan, serta mitigasi kepadatan jamaah haji Indonesia.
PPIH turut mengimbau jamaah agar mengikuti arahan petugas, menjaga stamina, dan tidak memaksakan diri selama menjalani prosesi ibadah di Mina.

