Musyrif Diny Ingatkan Jemaah Haji Jangan Kelelahan Sebelum Wukuf

Arifah
0

Jemaah haji Indonesia 2026. Foto Kemenhaj.

Madinah. BeritaHaji.id - Para Musyrif Diny Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jemaah Indonesia agar tidak terlalu memforsir tenaga menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

Jemaah diminta lebih bijak menjaga kondisi fisik, terutama lansia dan kelompok risiko tinggi.

Imbauan itu muncul di tengah tingginya aktivitas ibadah jemaah di Madinah dan Makkah. Sebagian jemaah diketahui mengejar salat Arbain di Masjid Nabawi hingga berulang kali melaksanakan umrah sunnah di Masjidil Haram.

Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan inti utama ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena itu, energi dan kesehatan jemaah harus dijaga sejak awal.

“Jadi kita harus ada persiapan matang, baik kesehatan maupun finansial. Sebelum haji itu jangan belanja-belanja, jangan memforsir umrah-umrah. Jaga kesehatan karena haji itu intinya adalah Arafah, Al-Hajju Arafah,” kata Kiai Kafabihi.

Menurutnya, jemaah perlu mengatur aktivitas dan tenaga agar tetap kuat mengikuti seluruh rangkaian ibadah wajib saat Armuzna nanti.

Senada dengan itu, Muhammad Cholil Nafis menilai kesiapan fisik jauh lebih penting menjelang fase puncak haji. Ia meminta jemaah tidak menghabiskan energi hanya demi mengejar ibadah sunnah.

“Jangan sampai tenaga habis sebelum puncak haji. Yang paling utama adalah kesiapan untuk menjalani Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” ujar Kiai Cholil di Madinah, Rabu, 13 Mei 2026.

Kiai Cholil juga meminta jemaah lansia maupun mereka yang memiliki keterbatasan fisik tidak memaksakan diri terus-menerus datang ke masjid apabila kondisi tubuh tidak memungkinkan.

“Kalau sudah punya niat baik untuk shalat di masjid lalu terhalang karena kondisi kesehatan atau demi menjaga stamina, insyaAllah tetap mendapatkan pahala,” katanya.

Ia menjelaskan, ibadah yang dilakukan di hotel sekitar Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram tetap bernilai ibadah. Karena itu, jemaah tidak perlu merasa khawatir apabila harus beristirahat demi menjaga stamina.

Menurutnya, sebagian jemaah terkadang terlalu bersemangat menjalani ibadah sunnah hingga melupakan pentingnya menjaga kebugaran tubuh, terlebih di tengah cuaca panas Arab Saudi dan kepadatan jemaah menjelang Armuzna.

Sementara itu, Asrorun Ni’am Sholeh mengingatkan jemaah agar tidak terjebak semangat “aji mumpung” selama berada di Tanah Suci.

Ia mengatakan ibadah sunnah seperti umrah berkali-kali maupun thawaf tambahan tetap perlu dilakukan secara proporsional sesuai kemampuan fisik masing-masing.

“Umrah sewajarnya saja, thawaf juga secukupnya. Jangan sampai memforsir tenaga hanya karena ingin sebanyak-banyaknya ibadah sunnah, sementara tenaga itu sangat dibutuhkan saat Armuzna,” ujar Ni’am.

Menurutnya, menjaga kesehatan juga bagian dari ikhtiar ibadah. Sebab saat puncak haji nanti, jemaah akan menghadapi mobilitas tinggi di tengah suhu panas Arab Saudi.

Para Musyrif Diny berharap jemaah Indonesia tetap semangat beribadah tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan. Dengan kondisi fisik yang terjaga, jemaah diharapkan mampu mengikuti seluruh rangkaian Armuzna dengan lancar, aman, dan khusyuk.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top