Jemaah haji Indonesia 2025. Foto Kemenag.
BeritaHaji.id - Ibadah haji 2026 mulai berjalan. Jemaah dari berbagai daerah pun mulai berdatangan ke Tanah Suci untuk menjalankan rukun Islam kelima.
Di antara para jemaah, tidak sedikit yang berusia lanjut. Kondisi ini membuat perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan lansia selama ibadah menjadi hal penting.
Dengan kondisi fisik yang berbeda, jemaah lansia perlu menyesuaikan aktivitas ibadah agar tetap aman dan nyaman. Pendampingan serta pengaturan pola aktivitas menjadi kunci agar ibadah tetap khusyuk tanpa mengabaikan kesehatan.
Berikut hal-hal yang dianjurkan dan yang sebaiknya dihindari bagi jemaah lansia selama haji:
Hal yang Dianjurkan (Do):
- Menggunakan kursi roda saat tawaf dan sa’i jika tidak kuat berjalan jauh- Didampingi mahram atau pendamping, terutama bagi yang memiliki keterbatasan fisik atau kognitif
- Membawa obat pribadi serta catatan medis (disarankan dalam bahasa Arab atau Inggris)
- Menggunakan masker di area ramai untuk mencegah penularan penyakit
- Menyesuaikan ibadah dengan kondisi fisik, fokus pada yang wajib dan yang ringan
- Istirahat yang cukup di sela-sela aktivitas ibadah
- Minum air secara rutin agar tidak dehidrasi
- Mengenakan alas kaki yang nyaman dan tidak licin
- Menyimpan identitas diri dan kontak darura
Hal yang Sebaiknya Dihindari (Don't):
- Memaksakan diri berjalan jauh saat kondisi tubuh tidak memungkinkan- Menunda makan dan minum karena jadwal ibadah padat
- Membiarkan lansia beraktivitas sendiri tanpa pendamping
- Membawa barang berat yang berisiko menyebabkan kelelahan atau cedera
- Berdesakan di kerumunan padat yang berpotensi membahayakan
- Mengabaikan gejala sakit atau kelelahan
- Terpapar panas terlalu lama tanpa perlindungan
- Tidak menggunakan alat bantu saat dibutuhkan
Itulah sejumlah hal yang perlu diperhatikan jemaah lansia selama menjalankan ibadah haji agar tetap aman, sehat, dan bisa beribadah dengan maksimal. Semoga bermanfaat!


.png)
