Tips agar Jamaah Haji Tak Mudah Hilang saat Thawaf di Masjidil Haram

Arifah
0
Jemaah di tanah suci. Foto Kemenag.

BeritaHaji.id - Terpisah dari rombongan masih menjadi salah satu persoalan yang kerap dialami jamaah haji Indonesia saat berada di Masjidil Haram.

Kondisi masjid yang semakin padat menjelang puncak musim haji membuat jamaah mudah tercecer, terutama ketika menjalankan thawaf di area mataf.

Mengutip laman NU Online, ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan jamaah agar tidak kebingungan saat terpisah dari rombongan.

Tips ini juga dapat membantu jamaah tetap tenang dan lebih mudah menemukan kembali kelompoknya.

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan jamaah haji agar tidak mudah tersesat atau tercecer di Masjidil Haram:

1. Membawa Identitas Lengkap
Sebelum berangkat dari hotel, jamaah sebaiknya memastikan membawa identitas seperti gelang haji, kartu identitas, paspor, hingga alamat hotel tempat menginap. 

Jamaah juga dianjurkan membawa uang secukupnya untuk kebutuhan mendadak, misalnya membeli makanan atau naik taksi saat harus kembali ke hotel sendiri.

2. Mengingat Pintu Masuk
Masjidil Haram memiliki banyak pintu masuk dengan bentuk yang hampir serupa.

Karena itu, jamaah disarankan mengingat nama dan nomor pintu yang digunakan saat masuk, seperti Babussalam nomor 24 atau Bab Umrah nomor 62.

Agar lebih mudah diingat, jamaah bisa memotret area pintu masuk sebelum memasuki masjid.


3. Menentukan Titik Kumpul
Sebelum berpisah untuk beribadah, rombongan sebaiknya menentukan titik kumpul terlebih dahulu. Lokasinya bisa di dalam maupun di luar Masjidil Haram.

Untuk di dalam masjid, area menuju tempat sa’i sering dipilih karena terdapat lampu penanda yang mudah terlihat dari kejauhan. Sementara di luar masjid, titik kumpul bisa ditentukan di sekitar pintu masuk atau area toilet yang memiliki nomor tertentu.


4. Menentukan Waktu Berkumpul
Selain lokasi, waktu berkumpul juga penting disepakati sejak awal. Hal ini untuk menghindari adanya jamaah yang menunggu terlalu lama karena perbedaan kecepatan saat thawaf atau ibadah lainnya.

Sebagai penanda waktu, jamaah bisa melihat jam besar yang berada di Zamzam Tower jika tidak membawa jam tangan.


5. Tidak Terlalu Fokus Membaca Buku Doa
Sebagian jamaah terkadang terlalu fokus membaca doa dari buku atau ponsel saat thawaf hingga tanpa sadar terpisah dari rombongan.

Karena itu, jamaah dianjurkan membaca doa yang lebih mudah diingat seperti talbiyah atau dzikir singkat agar tetap bisa memperhatikan posisi rombongan.

6. Menggunakan Seragam atau Penanda Khusus
Penggunaan seragam dengan warna tertentu juga bisa membantu jamaah lebih mudah dikenali dari kejauhan.

Cara ini cukup efektif, terutama bagi jamaah perempuan yang biasanya memakai jilbab seragam dalam satu rombongan.

7. Membawa Alat Komunikasi
Ponsel menjadi alat penting untuk memudahkan komunikasi antarjamaah maupun dengan ketua rombongan. Dengan panggilan suara atau video, posisi masing-masing jamaah bisa lebih cepat diketahui.

Sebelum berangkat, jamaah juga disarankan mengaktifkan paket haji atau membeli nomor lokal Arab Saudi agar komunikasi tetap lancar dan tidak terkena biaya roaming mahal.

8. Menghubungi Petugas Haji
Jika rombongan sudah lebih dulu pergi atau jamaah benar-benar tidak mengetahui arah, segera hubungi petugas haji yang berjaga di sekitar Masjidil Haram.

Petugas perlindungan jamaah dan para srikandi haji biasanya bersiaga di area mataf untuk membantu jamaah Indonesia yang tersesat atau tertinggal dari rombongan.

Itulah beberapa tips yang bisa dilakukan jamaah haji agar tidak mudah terpisah dari rombongan saat berada di Masjidil Haram.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top