Waspada Modus Percepatan Haji, Kemenhaj Depok: Ujung-ujungnya Minta Uang

Arifah
0
Jemaah haji di tanah suci. Foto Kemenag.

Depok. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Depok mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan berkedok program percepatan keberangkatan haji.

Modus ini disebut marak dilakukan lewat pesan WhatsApp dengan mengatasnamakan Kemenhaj.

Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Kota Depok, Retha Prima Dewi, mengatakan pelaku biasanya menawarkan jalur cepat keberangkatan haji kepada calon jemaah.

“Sekarang ini banyak sekali oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab mengatasnamakan Kementerian Haji dan Umrah dengan dalih bisa mempercepat antrean,” ujar Retha kepada berita.depok.go.id, Senin, 25 Mei 2026.

Retha menjelaskan, pelaku umumnya memulai percakapan dengan meminta pembaruan data pribadi. Informasi yang ditanyakan antara lain nomor KTP, nomor telepon hingga data porsi haji.

Menurutnya, setelah calon jemaah merespons, pelaku mulai mengarahkan pembicaraan ke program percepatan haji dan meminta sejumlah uang.

“Awalnya mereka minta data pribadi dulu. Misalnya menanyakan apakah data sudah diperbarui, nomor telepon berubah atau belum. Setelah itu baru diarahkan ke program percepatan haji dan ujung-ujungnya meminta sejumlah uang,” jelasnya.

Ia menegaskan, hingga kini Kementerian Haji dan Umrah belum memiliki program percepatan antrean haji. Sistem keberangkatan masih mengacu pada urutan pendaftaran.

“Sejauh ini Kementerian Haji dan Umrah belum ada program percepatan untuk mempercepat antrean. Jadi saat ini masih berdasarkan antrean pendaftaran. Siapa yang mendaftar duluan, itu yang berangkat lebih dulu,” tegasnya.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah tergiur tawaran yang menjanjikan keberangkatan lebih cepat. Retha juga mengingatkan agar calon jemaah tidak terburu-buru mentransfer uang kepada pihak yang identitasnya tidak jelas.

“Jangan sampai karena keinginan besar ingin segera berhaji, jadi tidak berpikir rasional. Kalau uang sudah ditransfer ke orang yang tidak dikenal, kami juga tidak bisa membantu mengembalikan uang tersebut,” ujarnya.

Kemenhaj Kota Depok meminta masyarakat melakukan verifikasi jika menerima pesan mencurigakan. Konfirmasi dapat dilakukan melalui kontak petugas, datang langsung ke kantor, atau melalui media sosial resmi.

“Kalau menerima WA seperti itu, cek dulu kebenarannya. Kalau punya kontak staf Kementerian Haji dan Umrah, silakan konfirmasi. Kalau tidak punya, datang langsung ke kantor atau laporkan lewat instagram kami,” tutupnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top