Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi. Foto Kemenhaj.
Makkah. BeritaHaji.id - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi mulai berlangsung.
Di tengah proses kepulangan tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyoroti satu hal yang kerap dianggap sepele namun sangat menentukan, yakni keamanan paspor jemaah.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha mengatakan paspor merupakan dokumen utama yang wajib dijaga selama berada di Tanah Suci hingga tiba kembali di Indonesia.
Kehilangan paspor berpotensi menghambat proses pemulangan karena memerlukan prosedur administrasi tambahan.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya dan tidak sampai hilang. Simpan paspor di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan selalu dalam pengawasan. Kehilangan paspor dapat menghambat proses kepulangan dan memerlukan penanganan administratif tambahan," ujar Ichsan Marsha di Makkah, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia meminta jemaah yang mengalami kehilangan paspor agar tidak menunda pelaporan. Menurutnya, laporan harus segera disampaikan kepada ketua kloter atau petugas haji sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat sesuai prosedur.
Peringatan itu disampaikan seiring berjalannya arus pemulangan jemaah ke Tanah Air. Hingga hari kedua fase kepulangan, tercatat 44 kelompok terbang (kloter) dengan total 17.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 kloter atau 15.086 jemaah dan petugas dilaporkan sudah tiba di Indonesia.
Sementara itu, kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Sebanyak 7.201 jemaah dan 346 petugas telah kembali ke Tanah Air, sehingga total jemaah dan petugas haji khusus yang telah pulang mencapai 7.547 orang.
Selain mengingatkan soal paspor, Kemenhaj juga meminta jemaah memperhatikan aturan barang bawaan menjelang keberangkatan pulang. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.
Khusus untuk air zamzam, Kemenhaj kembali menegaskan larangan penyimpanan di dalam koper kabin maupun koper bagasi.
"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper. Larangan ini berlaku bagi seluruh jemaah tanpa terkecuali karena dapat menghambat proses pemeriksaan dan distribusi bagasi. Setiap jemaah akan menerima air zamzam resmi sebanyak lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air," tegas Ichsan.
Di tengah layanan pemulangan yang berjalan, Kemenhaj juga memastikan pengelolaan dam hadyu jemaah Indonesia tetap berlangsung sesuai ketentuan syariat dan mekanisme yang berlaku.
Berdasarkan data per 2 Juni 2026, jumlah dam jemaah Indonesia mencapai 195.326. Rinciannya, 135.367 melalui Adahi, 53.506 dibayarkan di Indonesia, 6.453 melalui pelaksanaan puasa, dan 4.084 berasal dari jemaah yang menjalankan manasik haji ifrad.
Sebagian hasil dam tersebut telah disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan. Daging dam jemaah Indonesia diserahkan secara simbolis melalui Konsul Jenderal Palestina di Jeddah guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Pengelolaan dam harus dilakukan melalui jalur resmi agar pelaksanaannya sesuai syariat, tertib, dan akuntabel. Selain memenuhi kewajiban ibadah, dam juga memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara yang membutuhkan," kata Ichsan.
Kemenhaj mengapresiasi jemaah yang telah menunaikan kewajiban dam melalui jalur resmi. Bagi yang belum melaksanakan, pemerintah mengimbau agar menggunakan mekanisme yang telah disediakan sehingga pelaksanaannya tetap sesuai aturan.
Bagi jemaah yang masih berada di Makkah, layanan bus shalawat kini kembali beroperasi untuk melayani perjalanan menuju dan dari Masjidil Haram. Pada hari ini, sebanyak 25 rute dilayani oleh 408 armada bus.
Selama operasional haji 1447 H/2026 M, layanan tersebut telah mencatatkan 8.171 perjalanan. Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih relatif tinggi.
"Kami mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga paspor dengan sebaik-baiknya dan tidak sampai hilang. Simpan paspor di tempat yang aman, mudah dijangkau, dan selalu dalam pengawasan. Kehilangan paspor dapat menghambat proses kepulangan dan memerlukan penanganan administratif tambahan," ujar Ichsan Marsha di Makkah, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia meminta jemaah yang mengalami kehilangan paspor agar tidak menunda pelaporan. Menurutnya, laporan harus segera disampaikan kepada ketua kloter atau petugas haji sehingga penanganan bisa dilakukan lebih cepat sesuai prosedur.
Peringatan itu disampaikan seiring berjalannya arus pemulangan jemaah ke Tanah Air. Hingga hari kedua fase kepulangan, tercatat 44 kelompok terbang (kloter) dengan total 17.445 jemaah dan petugas telah diberangkatkan dari Arab Saudi.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 38 kloter atau 15.086 jemaah dan petugas dilaporkan sudah tiba di Indonesia.
Sementara itu, kepulangan jemaah haji khusus juga terus berlangsung. Sebanyak 7.201 jemaah dan 346 petugas telah kembali ke Tanah Air, sehingga total jemaah dan petugas haji khusus yang telah pulang mencapai 7.547 orang.
Selain mengingatkan soal paspor, Kemenhaj juga meminta jemaah memperhatikan aturan barang bawaan menjelang keberangkatan pulang. Setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.
Khusus untuk air zamzam, Kemenhaj kembali menegaskan larangan penyimpanan di dalam koper kabin maupun koper bagasi.
"Jangan memasukkan air zamzam ke dalam koper. Larangan ini berlaku bagi seluruh jemaah tanpa terkecuali karena dapat menghambat proses pemeriksaan dan distribusi bagasi. Setiap jemaah akan menerima air zamzam resmi sebanyak lima liter di debarkasi setelah tiba di Tanah Air," tegas Ichsan.
Di tengah layanan pemulangan yang berjalan, Kemenhaj juga memastikan pengelolaan dam hadyu jemaah Indonesia tetap berlangsung sesuai ketentuan syariat dan mekanisme yang berlaku.
Berdasarkan data per 2 Juni 2026, jumlah dam jemaah Indonesia mencapai 195.326. Rinciannya, 135.367 melalui Adahi, 53.506 dibayarkan di Indonesia, 6.453 melalui pelaksanaan puasa, dan 4.084 berasal dari jemaah yang menjalankan manasik haji ifrad.
Sebagian hasil dam tersebut telah disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan. Daging dam jemaah Indonesia diserahkan secara simbolis melalui Konsul Jenderal Palestina di Jeddah guna membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Pengelolaan dam harus dilakukan melalui jalur resmi agar pelaksanaannya sesuai syariat, tertib, dan akuntabel. Selain memenuhi kewajiban ibadah, dam juga memiliki nilai kemanusiaan yang besar karena manfaatnya dapat dirasakan oleh saudara-saudara yang membutuhkan," kata Ichsan.
Kemenhaj mengapresiasi jemaah yang telah menunaikan kewajiban dam melalui jalur resmi. Bagi yang belum melaksanakan, pemerintah mengimbau agar menggunakan mekanisme yang telah disediakan sehingga pelaksanaannya tetap sesuai aturan.
Bagi jemaah yang masih berada di Makkah, layanan bus shalawat kini kembali beroperasi untuk melayani perjalanan menuju dan dari Masjidil Haram. Pada hari ini, sebanyak 25 rute dilayani oleh 408 armada bus.
Selama operasional haji 1447 H/2026 M, layanan tersebut telah mencatatkan 8.171 perjalanan. Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar tetap menjaga kondisi kesehatan mengingat suhu udara di Makkah masih relatif tinggi.

