Mina Makin Padat, Arab Saudi Minta Indonesia Pertimbangkan Skema Ini

Arifah
0

Pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat, di Kantor Daerah Kerja Makkah. Foto Kemenhaj.

Makkah. BeritaHaji.id - Pemerintah Arab Saudi mengusulkan agar Indonesia mempertimbangkan memperluas penerapan skema tanazul bagi jemaah haji.

Langkah itu dinilai dapat menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan yang selama ini terjadi di Mina saat puncak ibadah haji.

Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah Bin Sulaiman Mashat, di Kantor Daerah Kerja Makkah, Kamis, 4 Juni 2026.

Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis penyelenggaraan haji, mulai dari evaluasi layanan Armuzna, persiapan musim haji mendatang, penguatan istithaah kesehatan, hingga tata kelola keuangan haji.

Menurut Dahnil, salah satu fokus pembahasan adalah berbagai tantangan yang ditemui jemaah Indonesia selama berada di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

“Tadi kami bicara tentang obstacle yang kami hadapi di Armuzna, di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi menyampaikan kalau bisa ditanazulkan, misalnya di Mina, karena biasanya yang paling crowded itu Mina,” kata Wamenhaj.

Ia menjelaskan, Pemerintah Arab Saudi membuka peluang untuk memperluas jumlah jemaah yang mengikuti skema tanazul demi mengurangi kepadatan di Mina.

“Kalau bisa ditanazulkan 50 persen, mereka akan mempertimbangkan. Artinya ke depan kemungkinan kita secara teknis mempertimbangkan mentanazulkan lebih banyak jemaah haji kita. Itu akan mengurangi kepadatan di Mina,” sambungnya.

Dahnil menilai keterbatasan ruang di Mina menjadi tantangan yang terus dihadapi setiap tahun. Karena itu, opsi tanazul dinilai perlu dikaji lebih mendalam agar kenyamanan dan keselamatan jemaah tetap terjaga.

Selain membahas evaluasi pelaksanaan haji tahun ini, kedua negara juga mulai menyiapkan langkah untuk penyelenggaraan haji tahun depan.

Dahnil mengatakan Pemerintah Arab Saudi memberikan apresiasi terhadap sejumlah perubahan yang dilakukan Pemerintah Indonesia, termasuk penguatan kelembagaan melalui Kementerian Haji dan Umrah.

“Pada prinsipnya mereka mengapresiasi langkah-langkah perubahan mendasar yang dilakukan oleh Presiden Prabowo dan tentu mendukung eksistensi Kementerian Haji dan Umrah. Mereka juga meminta agar persiapan untuk tahun depan bisa dilakukan bersama-sama,” tutur Wamenhaj.

Menurutnya, persiapan haji tahun depan akan dilakukan lebih awal dengan koordinasi yang lebih intensif antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi agar berbagai kebutuhan teknis dapat diantisipasi sejak dini.

Dalam pertemuan itu, isu kesehatan jemaah juga mendapat perhatian khusus. Pemerintah Indonesia berkomitmen memperketat penerapan istithaah kesehatan untuk menekan angka kematian jemaah pada musim haji mendatang.

“Isu istithaah itu menjadi isu utama bagi kita, terutama tentang mortality rate. PR kita tentu akan terus menekan jumlah kematian tahun depan. Maka istithaah kami pastikan tahun depan akan lebih ketat terhadap jemaah, mulai dari dalam negeri,” pungkas Wamenhaj.

Dahnil menambahkan, kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi ke Kantor Misi Haji Indonesia menjadi simbol kuatnya hubungan kedua negara dalam upaya meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah haji Indonesia dari tahun ke tahun.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top