Barang bawaan jemaah haji. Foto Kemenhaj.
MAKKAH. BeritaHaji.id - Fase pemulangan jemaah haji Indonesia dari Arab Saudi terus berlangsung.
Di tengah proses tersebut, Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengingatkan jemaah agar mematuhi aturan barang bawaan demi kelancaran penerbangan menuju Tanah Air.
Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, mengatakan masih ditemukan jemaah yang membawa barang melebihi batas yang telah ditetapkan.
“Kami masih menemukan jemaah membawa barang melebihi ketentuan. Kepatuhan ini penting agar proses pemeriksaan, boarding, dan penerbangan berjalan lancar,” tegasnya di Makkah, Rabu, 3 Juni 2026.
Menurut Ichsan, setiap jemaah hanya diperbolehkan membawa tas paspor, satu koper kabin dengan berat maksimal 7 kilogram, serta satu koper bagasi maksimal 32 kilogram.
Ia juga kembali mengingatkan bahwa air zamzam tidak boleh dibawa dalam koper kabin maupun koper bagasi. Sebagai gantinya, setiap jemaah akan menerima satu galon air zamzam berisi lima liter saat tiba di debarkasi masing-masing di Indonesia.
Di sisi lain, proses pemulangan jemaah terus berjalan. Hingga Rabu, 3 Juni 2026 sebanyak 28 kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan dari Arab Saudi menuju Indonesia.
“Dari jumlah itu, 19 kloter telah tiba di Tanah Air dengan 7.512 jemaah dan 76 petugas. Total jemaah dan petugas yang telah tiba di Indonesia sebanyak 7.588 orang,” ujar Ichsan.
Sementara itu, untuk jemaah haji khusus, tercatat sebanyak 6.002 jemaah dan 286 petugas telah kembali ke Indonesia. Dengan demikian total kepulangan jemaah dan petugas haji khusus mencapai 6.288 orang.
Pada hari kedua masa pemulangan, sejumlah penerbangan dari Terminal Haji Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, dilaporkan mengalami keterlambatan. Penerbangan yang terdampak antara lain tujuan Surabaya dengan nomor SV5160, SV5162, dan SV5166, serta tujuan Jakarta dengan nomor SV5164 dan SV5172.
“Berdasarkan pemberitahuan Hajj Terminal Management, keterlambatan terjadi karena kepadatan operasional bandara. Pada periode ini, jemaah haji dari berbagai negara juga memiliki jadwal kepulangan yang bersamaan,” jelas Ichsan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Kemenhaj melalui PPIH Arab Saudi terus berkoordinasi dengan petugas Daerah Kerja Bandara, maskapai penerbangan, syarikah, naqabah, dan pengelola terminal.
PPIH juga meminta maskapai menyediakan makanan dan minuman bagi jemaah yang harus menunggu lebih dari enam jam sesuai standar layanan penerbangan.
“Atas kondisi ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah yang terdampak. Kami mengimbau jemaah tetap tenang, menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas, dan berkoordinasi dengan ketua kloter maupun petugas di lapangan,” tuturnya.
Selain mengawal proses kepulangan, Kemenhaj juga memastikan layanan bus shalawat kembali beroperasi untuk melayani jemaah yang masih berada di Makkah dan hendak melaksanakan umrah maupun salat di Masjidil Haram. Saat ini sebanyak 25 rute telah beroperasi dengan dukungan 421 armada bus.
Ichsan mengatakan kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
“Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.
Ia juga mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jemaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.
Ichsan mengatakan kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Karena itu, jemaah diminta menjaga kondisi tubuh dengan memperbanyak minum air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.
“Kondisi cuaca di Makkah masih cukup panas. Jemaah diimbau memperbanyak minum air putih, makan teratur, beristirahat cukup, dan menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel,” kata Ichsan.
Ia juga mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, serta sesama jemaah untuk memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
“Mari menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat. Semoga Allah SWT menerima ibadah jemaah haji Indonesia dan menjadikan mereka haji yang mabrur serta hajjah yang mabruroh,” tandas Ichsan.

