Pemulangan jemaah haji Indonesia. Foto Kemenhaj
Madinah. BeritaHaji.id - Pemulangan jemaah haji Indonesia terus berlangsung secara bertahap.
Di tengah proses tersebut, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan jemaah terhadap aturan perjalanan demi menjaga kelancaran operasional hingga seluruh jemaah tiba di Tanah Air.
Menurut Kemenhaj, keberhasilan proses pemulangan tidak hanya bergantung pada kesiapan petugas dan layanan yang tersedia. Kedisiplinan jemaah dalam mengikuti ketentuan yang berlaku juga menjadi salah satu faktor utama yang mendukung kelancaran perjalanan pulang.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan kepatuhan jemaah selama fase pemulangan patut mendapat apresiasi karena turut membantu petugas menjalankan tugas di lapangan.
"Kami mengapresiasi jemaah yang dengan penuh kesadaran mematuhi berbagai ketentuan perjalanan dan penerbangan, termasuk tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Kepatuhan ini sangat membantu petugas dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran penerbangan, sekaligus mempercepat proses pemeriksaan di bandara," tegasnya.
Selain soal kepatuhan, proses pemulangan jemaah hingga kini juga terus menunjukkan perkembangan. Hingga hari ke-59 operasional haji dan hari ke-17 masa pemulangan, lebih dari setengah jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba di Tanah Air.
"Alhamdulillah hingga hari ini, sebanyak 267 kloter telah diberangkatkan melalui Bandara Jeddah dan 33 kloter melalui Bandara Madinah. Sementara itu, total yang telah tiba di Indonesia mencapai 114.236 jemaah dan petugas," ujar Maria Assegaff di Madinah, Kamis, 18 Juni 2026.
Data Kemenhaj juga mencatat sebanyak 192 kloter yang terdiri dari 74.441 jemaah dan petugas telah bergerak dari Makkah menuju Madinah. Pergerakan ini merupakan bagian dari tahapan pemulangan gelombang kedua yang masih berlangsung.
Maria menilai sikap tertib yang ditunjukkan jemaah selama berada di Tanah Suci hingga masa kepulangan mencerminkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab yang baik.
"Kepatuhan terhadap aturan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk memberikan kenyamanan bagi seluruh jemaah. Sikap tertib dan kooperatif yang ditunjukkan jemaah Indonesia patut diapresiasi karena turut mendukung suksesnya operasional pemulangan haji tahun ini," lanjutnya.
Kemenhaj juga mengingatkan jemaah agar selalu menjaga paspor dan dokumen perjalanan selama proses kepulangan. Jemaah diminta memastikan barang bawaan sesuai dengan aturan maskapai maupun otoritas penerbangan.
Perhatian khusus kembali diberikan terkait larangan membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun tas kabin.
"Air zamzam akan dibagikan secara resmi kepada jemaah setibanya di debarkasi di Indonesia. Karena itu, jemaah tidak perlu membawa air zamzam di dalam koper. Kami berharap seluruh jemaah tetap mematuhi ketentuan ini demi kelancaran proses pemulangan," jelas Maria.
Selain memperhatikan barang bawaan, jemaah juga diminta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan pulang. Kemenhaj mengimbau jemaah untuk mencukupi kebutuhan cairan, beristirahat dengan baik, dan mengikuti arahan petugas hingga tiba di daerah masing-masing.
Di sisi lain, Maria turut menyampaikan apresiasi kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Pemerintah Arab Saudi, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Maria mengajak seluruh jemaah untuk menjaga nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
"Haji tidak berakhir saat jemaah meninggalkan Tanah Suci. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan, persaudaraan, dan kepedulian sosial yang telah dipelajari selama berhaji hendaknya terus dijaga dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat, selamat, dan meraih haji yang mabrur," pungkasnya.

.png)
