Klinik yang berlokasi di Hotel Durrat Al Eiman itu kini menjadi salah satu tumpuan layanan kesehatan bagi jemaah gelombang kedua yang telah tiba di Madinah, terutama kelompok lansia dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi.
Koordinator Tim Kesehatan Sektor 2 Madinah, dr. Fitri Indah Yanti, Sp.P, mengatakan keluhan yang paling banyak ditemukan adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), batuk pilek, faringitis atau nyeri tenggorokan, hingga kelelahan berat pasca Armuzna.
"Banyak jemaah yang mengalami kelelahan hebat setelah menjalani aktivitas berat di Armuzna, yang berdampak pada turunnya nafsu makan. Saat ini, kami fokus menyiapkan penanganan cepat berupa obat flu, batuk, antibiotik, vitamin, hingga pemberian infus bagi yang membutuhkan," ujar dr. Fitri di Madinah, Rabu, 10 Juni 2026.
Untuk menjaga pelayanan tetap berjalan sepanjang hari, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menerapkan sistem tiga shift bagi dokter dan perawat. Skema ini memungkinkan pemantauan kesehatan jemaah dilakukan selama 24 jam.
Selain tenaga medis, kebutuhan obat-obatan juga terus dipenuhi melalui koordinasi dengan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah yang memasok logistik kesehatan secara berkala.
Keberadaan klinik satelit tersebut juga berperan penting dalam menangani kasus-kasus darurat yang terjadi di hotel jemaah. Salah satu di antaranya dialami Muhammad Zair (78), jemaah asal Mojokerto, Jawa Timur.
Jemaah lansia yang akrab disapa Mbah Zair itu sempat mengalami pingsan, kejang, dan kehilangan nafsu makan setelah menuntaskan Tawaf Ifadah di Masjidil Haram. Kondisinya menurun akibat kelelahan setelah menjalani aktivitas ibadah yang padat.
Setelah mendapatkan perawatan intensif dan pendampingan dari tim kesehatan, kondisi Mbah Zair kini berangsur pulih. Ia bahkan sudah dapat beraktivitas kembali dan melaksanakan ziarah ke Masjid Nabawi dengan berjalan kaki.
Kementerian Haji dan Umrah RI menyebut pemantauan kesehatan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah kondisi jemaah semakin memburuk. Karena itu, jemaah diminta tidak menunda pemeriksaan ketika mulai merasakan gejala sakit.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya kedatangan jemaah gelombang kedua ke Madinah. Belum genap sepekan masa kedatangan berlangsung, jumlah pasien yang datang ke klinik satelit terus bertambah dan diperkirakan masih akan meningkat pada hari-hari berikutnya.
Sebagai upaya antisipasi, Kementerian Haji dan Umrah RI melalui PPIH Arab Saudi terus mengoptimalkan operasional Klinik Satelit Sektor 2 Madinah agar layanan kesehatan bagi jemaah tetap terjaga hingga seluruh proses haji selesai.

.png)
