ASN Baru Kemenhaj Diingatkan Jaga Integritas

Arifah
0

Entry Program ASN yang digelar di Bogor, Jawa Barat. Foto Kemenhaj.

Bogor. BeritaHaji.id - Penguatan integritas menjadi salah satu materi utama yang diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) hasil seleksi mutasi karier tahun 2026 di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Melalui Entry Program ASN yang digelar di Bogor, Jawa Barat, para peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pengawasan internal dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang baik.

Inspektur Jenderal Kemenhaj, Dendi Suryadi, mengatakan setiap ASN memiliki peran penting dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan profesional. Karena itu, tanggung jawab menjaga integritas tidak hanya berada di tangan Inspektorat Jenderal.

"Pengawasan bukan hanya tanggung jawab Itjen. Setiap ASN memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga integritas, mematuhi ketentuan, dan membangun budaya kerja yang bersih serta profesional," katanya dalam kegiatan yang dipandu Inspektur Wilayah III Mulyadi Nurdin, Selasa, 21 Juli 2026.

Dendi menjelaskan, pengawasan internal kini tidak lagi dipandang sebatas aktivitas pemeriksaan. Fungsinya telah berkembang menjadi instrumen yang mendukung perbaikan tata kelola organisasi, meningkatkan akuntabilitas, sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik.

Ia menambahkan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) memiliki tiga fungsi utama, yakni assurance, consulting, dan early warning system. Ketiga fungsi tersebut dijalankan untuk memberikan keyakinan atas efektivitas tata kelola, mendampingi unit kerja melakukan perbaikan, serta mengantisipasi berbagai potensi risiko sejak dini.

Menurut Dendi, Inspektorat Jenderal juga terus melakukan audit, reviu, evaluasi, hingga pemantauan terhadap pelaksanaan program. Hasil pengawasan tersebut kemudian ditindaklanjuti sebagai bagian dari penguatan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) dan peningkatan kualitas layanan penyelenggaraan haji serta umrah.

"Itjen bukan hadir untuk mencari-cari kesalahan. Tugas kami adalah memastikan seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai aturan, efektif, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya," ujar Dendi.

Ia juga mengingatkan seluruh ASN agar selalu menjunjung tinggi kejujuran, menghindari benturan kepentingan, serta menolak segala bentuk gratifikasi demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Kemenhaj.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tidak hanya ditentukan oleh petugas yang melayani jemaah secara langsung, tetapi juga oleh seluruh pegawai yang bekerja di balik layar. Karena itu, Kemenhaj membutuhkan SDM yang kompeten, berintegritas, profesional, serta didukung penerapan sistem penghargaan dan sanksi yang objektif.

Di akhir pemaparannya, Dendi menegaskan bahwa pengawasan yang kuat menjadi salah satu fondasi dalam mewujudkan Tri Sukses Haji.

"Apabila tata kelola berjalan baik, pengelolaan keuangan akuntabel, risiko dapat dikendalikan, dan setiap unit bekerja sesuai ketentuan, maka kualitas layanan kepada jemaah akan meningkat. Pada akhirnya, hal itu akan memperkuat kepercayaan publik terhadap Kemenhaj," tegasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top