Kemenhaj Ajak NU DIY Garap Peluang Ekonomi Haji dan Umrah

Arifah
0


Diskusi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY di Yogyakarta. Foto Kemenhaj.

Yogyakarta. BeritaHaji.id - Warga Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) didorong mengambil peluang dalam rantai pasok penyelenggaraan haji dan umrah nasional.

Potensi ekonomi dari penyelenggaraan haji dinilai sangat besar dan bisa dimanfaatkan untuk menggerakkan usaha masyarakat.

Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, saat menghadiri Diskusi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DIY di Yogyakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Jaenal mengatakan penyelenggaraan haji Indonesia yang setiap tahun melibatkan sekitar 221 ribu jemaah menghasilkan perputaran ekonomi yang besar. Karena itu, pelaku usaha, koperasi, pesantren, dan UMKM didorong terlibat dalam memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah.

"Warga NU memiliki modal besar untuk menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah. Kita ingin manfaat penyelenggaraan haji tidak berhenti pada aspek ibadah, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat," jelasnya.

Menurut Jaenal, Kementerian Haji dan Umrah mengembangkan tiga pilar penyelenggaraan haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, dan sukses peradaban. Ketiganya harus berjalan beriringan agar manfaat penyelenggaraan haji tidak hanya dirasakan dari sisi ibadah.

"Haji bukan hanya sukses dalam pelaksanaan ibadah, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat Indonesia serta menghadirkan kemajuan peradaban," tegasnya.

Ia menyebut peluang usaha dalam ekosistem haji dan umrah terbuka di berbagai sektor. Di antaranya penyediaan makanan dan bumbu masakan khas Indonesia, makanan siap saji, pakaian dan perlengkapan ibadah, kerajinan tangan, suvenir, hingga komoditas peternakan dan perkebunan.

Dalam kesempatan itu, Jaenal juga memperkenalkan filosofi Jamak Taksir sebagai pendekatan membangun ekonomi umat. Menurutnya, pelaku usaha perlu berani keluar dari pola lama dan mengedepankan kolaborasi agar mampu membangun kekuatan ekonomi bersama.

DIY dinilai memiliki potensi besar melalui kekuatan UMKM, industri kreatif, produk berbasis pesantren, kerajinan, dan kuliner lokal. Potensi tersebut dinilai perlu dipetakan dan dikonsolidasikan agar mampu memenuhi kebutuhan penyelenggaraan haji dan umrah.

Karena itu, Kanwil Kementerian Haji dan Umrah DIY bersama Lembaga Perekonomian PWNU DIY serta pemerintah daerah didorong melakukan pendataan potensi ekonomi, komoditas unggulan, dan kapasitas UMKM.

Langkah itu diharapkan memperkuat rantai pasok haji dan umrah sekaligus membuka peluang lebih besar bagi produk lokal masuk ke pasar penyelenggaraan haji dan umrah.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top