Pisah sambut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik. Foto Kemenag.
BeritaHaji.id - Acara Harmonisasi Program Kehumasan Kementerian Agama RI yang digelar di Bogor, 26–28 Agustus 2025, menjadi ajang pisah sambut Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik. Jabatan yang sebelumnya dipegang Akhmad Fauzin kini resmi beralih kepada Thobib Al-Asyhar.
Thobib baru saja dilantik oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Setjen Kemenag pada Jumat, 22 Agustus 2025.
Ia menggantikan Akhmad Fauzin yang telah memimpin sejak April 2022.
Dalam kesempatan itu, Fauzin menitipkan pesan kepada generasi penerus humas Kemenag. Ia berpesan agar para insan humas tak ragu memberikan yang terbaik di tengah tantangan baru.
"Tantangan ke depan akan berbeda dari masa saya, karena itu kita harus curahkan apa saja yang kita punya untuk menghadapi zaman yang berubah,” ujar Fauzin, Selasa, 26 Agustus 2025.
Ia juga mengingatkan agar insan humas selalu siaga menjaga komunikasi publik.
“Kalau anak-anak humas jam 4 sore HP-nya sudah off dan tidak menerima telepon dari mitra, itu namanya bukan anak humas. Anak humas itu HP-nya on terus,” tambahnya.
Selain itu, Fauzin menekankan pentingnya menjaga kekompakan.
Jangan sampai, lanjut dia, kita memutus silaturahim.
"Karena jelas orang yang memutus hubungan itu akan mengalami kehidupan yang menderita,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro yang baru, Thobib Al-Asyhar, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih humas selama kepemimpinan Fauzin.
“Banyak prestasi yang sudah dilakukan oleh Pak Fauzin selama menjabat sebagai kepala biro Humas. Tentu ini warisan yang harus kita pertahankan,” kata Thobib.
Thobib menegaskan, peran humas tidak hanya sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga membangun kedekatan dengan publik.
“Bagaimana menjadikan humas ini dan komunikasi publik bukan sekadar menyampaikan informasi, tapi membangun emotional connection kepada publik," ujarnya.
"Informasi yang kita sampaikan harus sampai pada titik di mana mereka mengingat dan merasakan, bukan hanya lewat begitu saja,” jelasnya.
Thobib menyebut pendekatan storytelling akan menjadi salah satu strategi utama agar informasi lebih menyentuh dan bermakna. Ia pun meminta dukungan seluruh insan humas.
“Saya mohon dukungan Bapak-Ibu sekalian untuk kita sama-sama membangun ini dengan sikap keguyuban," harapnya.
"Semangat kebersamaan adalah modal penting untuk memperkuat publikasi Kementerian Agama agar makin berdampak," tandasnya.