Jemaah haji Indonesia
Jakarta. BeritaHaji.id - Arab Saudi mulai memanaskan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kementerian Haji dan Umrah resmi membuka fase awal berupa preferensi paket haji bagi calon jemaah yang masuk dalam program Haji Langsung atau Direct Hajj Program.
Melalui fase ini, calon jemaah dari negara-negara yang memenuhi syarat sudah bisa meninjau dan menentukan pilihan paket layanan haji sebelum memasuki tahap pemesanan resmi.
Dalam pernyataan resminya, Ministry of Hajj and Umrah menjelaskan bahwa tahapan preferensi ini memberi ruang bagi jemaah untuk mempelajari berbagai opsi layanan sejak dini.
Mengacu laporan Al Arabiya, akses preferensi paket haji dilakukan secara digital melalui platform Nusuk Hajj yang disiapkan khusus untuk program tersebut.
Di fase ini, calon jemaah dapat membandingkan paket berdasarkan tingkat layanan, fasilitas yang ditawarkan, hingga besaran biaya. Setiap jemaah juga diperbolehkan memilih maksimal lima paket sebagai preferensi.
Kementerian menilai mekanisme ini membantu jemaah membuat keputusan yang lebih matang sebelum masa pemesanan resmi dibuka. Di sisi lain, penyedia layanan haji juga mendapat gambaran awal mengenai minat dan kebutuhan jemaah untuk musim haji mendatang.
Platform Nusuk Hajj turut dilengkapi berbagai fitur digital. Mulai dari perbandingan paket, indikator tren permintaan, hingga sistem pembayaran uang muka secara bertahap melalui dompet digital.
Selain itu, jemaah bisa mengakses daftar penyedia layanan haji yang telah mendapatkan persetujuan resmi dari pemerintah Arab Saudi.
Kementerian mengimbau calon jemaah yang memenuhi syarat untuk segera mendaftar atau memperbarui data di platform Nusuk. Kelengkapan dan keakuratan data pribadi serta dokumen disebut menjadi aspek krusial dalam proses ini.
Calon jemaah juga dianjurkan menambahkan anggota keluarga yang akan berhaji dalam satu aplikasi yang sama. Langkah ini dinilai dapat mempermudah verifikasi dan mempercepat proses persetujuan.
Dalam keterangannya, kementerian kembali menegaskan bahwa Nusuk Hajj merupakan satu-satunya platform resmi dan disetujui untuk layanan haji di negara-negara yang tergabung dalam Direct Hajj Program.
Calon jemaah diminta waspada dan tidak menggunakan jasa pihak atau penyedia layanan yang tidak terakreditasi. Seluruh pembayaran uang muka maupun pemesanan paket haji wajib dilakukan secara eksklusif melalui platform Nusuk demi menjamin keamanan dan hak jemaah.
Kementerian juga menekankan bahwa kebijakan ini hanya berlaku bagi negara peserta Haji Langsung. Sementara pengelolaan haji di negara lain tetap dilakukan melalui jalur resmi masing-masing sesuai regulasi yang berlaku.
Informasi lebih lanjut mengenai negara peserta program dapat diakses melalui situs Nusuk.sa, sedangkan pendaftaran serta pembaruan profil jemaah dilakukan melalui Hajj.nusuk.sa.



.png)