40 Ribu Dokumen Tersisa, Pemvisaan Haji Dipastikan Tuntas Sebelum Lebaran

Arifah
0
Proses pemvisaan jemaah haji. Foto Kemenhaj.

Jakarta. BeritaHaji.id - Masalah koneksitas sistem hingga sinkronisasi layanan dengan pihak luar negeri masih menjadi tantangan utama dalam proses pemvisaan jemaah haji Indonesia tahun ini.

Namun, Kementerian Haji dan Umrah RI memastikan seluruh proses tetap berjalan sesuai target.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji Kemenhaj, Ian Heriyawan, menyebut kendala utama berasal dari hubungan teknis sistem dengan Arab Saudi serta proses pemaketan layanan, khususnya terkait hotel dan kamar jemaah.

"Tantangan utamanya adalah koneksitas teknis dengan Saudi dan sinkronisasi pemaketan layanan, karena ini sangat krusial untuk memastikan kepastian akomodasi jemaah selama di sana," jelas Ian saat meninjau langsung proses pemvisaan di Ruang Serbaguna Kantor Kemenhaj RI di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.

Di tengah tantangan itu, proses pemvisaan tetap dipacu secara intensif. Hingga saat ini, sekitar 162.000 dokumen jemaah haji telah berhasil diproses, dengan sisa kurang lebih 40.000 dokumen yang masih dalam tahap penyelesaian. Dari jumlah tersebut, visa yang sudah dicetak mencapai sekitar 57.000 dokumen.

Ian mengatakan, percepatan ini dilakukan oleh tim pemvisaan yang berjumlah 85 personel dan bekerja nonstop selama 24 jam penuh.

"Kami bekerja 24 jam penuh dalam memproses dokumen dan pemvisaan. Sejauh ini, lebih kurang 162 ribu jemaah sudah berproses, tersisa sekitar 40 ribuan. Untuk visa yang sudah dicetak sendiri sudah mencapai angka 57 ribu," ujarnya.

Selain kendala teknis, permintaan mutasi atau perpindahan kloter dari jemaah juga sempat menjadi perhatian. Namun, pihak Kemenhaj telah membatasi mutasi sejak dua minggu terakhir demi menjaga stabilitas komposisi kloter yang sudah terbentuk.

Ian menargetkan seluruh proses pemvisaan rampung pada awal Maret, atau paling lambat satu minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

"Sesuai timeline, kami berharap awal Maret semua sudah clean. Bahkan jika proses pemaketan layanan di Saudi berjalan cepat, kami optimis bisa tuntas di akhir Februari ini," katanya.

Proses yang berlangsung di bulan Ramadan, menurut Ian, justru tidak menjadi hambatan bagi tim visa. Aktivitas kerja bahkan berjalan semakin intens.

"Anak-anak (Tim Visa) malah senang. Biasanya setelah Qiyamul Lail, mereka langsung lanjut bekerja hingga waktu sahur. Saya ikut menemani mereka untuk memastikan semua berjalan lancar," tutup Ian.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top