Jika Ada Indikasi Pungli, Menhaj Minta Segera Lapor

Arifah
0
Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf. Foto Kemenhaj.

Jeddah. BeritaHaji.id – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menegaskan kepada seluruh tenaga pendukung Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M untuk menolak praktik pungutan liar.

"Jika ada indikasi pungutan liar, atau jika kalian sebagai petugas justru dimintai uang oleh oknum tertentu, saya instruksikan untuk segera melaporkannya langsung kepada saya. Kita tidak akan memberi ruang bagi siapa pun yang ingin merusak kesucian ibadah ini dengan praktik ilegal," tegas Menhaj saat memberikan arahan di Jeddah, Jum’at, 13 Februari 2026.

Menhaj menekankan, integritas petugas menjadi fondasi utama pelayanan jemaah haji. Status sebagai tenaga pendukung PPIH bukan sekadar pekerjaan teknis, melainkan amanah besar untuk melayani tamu Allah.

"Setiap tenaga pendukung memiliki kewajiban moral untuk melayani jemaah dengan dedikasi penuh. Saya menuntut standar pelayanan terbaik, tidak boleh ada jemaah yang tidak terlayani dengan layak karena kelalaian petugas," tambah Menhaj.

Selain itu, ia juga menegaskan larangan keras terhadap korupsi dan gratifikasi.

"Saya melarang keras seluruh petugas menerima uang, imbalan, atau gratifikasi dalam bentuk apa pun dari pihak mana pun. Ini adalah komitmen utama kita untuk membersihkan pelaksanaan ibadah haji dari segala bentuk tindak korupsi," lanjut Menhaj.

Konsul Jenderal RI Jeddah, Yusron B. Ambary, menambahkan pihaknya telah menyiapkan program strategis untuk mendukung kelancaran haji 2026, termasuk keamanan jemaah dari jalur ilegal.

“Fokus utama saat ini mencakup dua hal, yaitu keamanan jemaah dari jalur ilegal dan optimalisasi ekonomi dalam negeri,” ujar Yusron.

Salah satu langkah yang dijalankan adalah kampanye edukasi berbasis media sosial bernama ‘Jihad Medsos’ untuk memberikan informasi akurat dan mencegah praktik haji ilegal. Selain itu, forum Business Matching mempertemukan penyedia katering haji dengan importir produk Indonesia, sehingga ekosistem haji juga bisa jadi pasar produk lokal.

Turut hadir Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Efendy, Kepala Pusat Kesehatan Haji dr. Liliek Marhaendro Susilo, serta Plt. Staf Teknis Urusan Haji Jeddah Zakaria Anshori.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top