Masjid Pantai Bali Rampung, Dilengkapi Pusat Manasik Haji

Arifah
0

Kawasan Masjid Pantai Bali. Foto BPKH.

Jembrana. BeritaHaji.id - Masjid Pantai Bali di Kabupaten Jembrana kini memasuki fase baru setelah seluruh proses pembangunannya dinyatakan rampung. 

Mengutip laman BPKH, kawasan masjid pesisir ini disiapkan sebagai destinasi wisata religi sekaligus pusat edukasi ibadah bagi masyarakat dan wisatawan Muslim.

Secara fisik, kawasan Masjid Pantai Bali memiliki dua bangunan utama, yakni masjid lama dan masjid baru. Keduanya menyimpan nilai historis dakwah Islam di pesisir Bali. 

Lokasinya yang berada tepat di tepi laut dengan panorama matahari terbenam menghadirkan suasana ibadah yang tenang, reflektif, dan menyatu dengan alam.


Masjid ini dikembangkan dengan konsep ekosistem pesisir yang terintegrasi dengan lingkungan sekitar. Di dalam kawasan tersebut tersedia fasilitas edukasi ibadah berupa miniatur Ka’bah, Hajar Aswad, Masjidil Haram, Hijr Ismail, Maqam Ibrahim, Jamarat, serta Shafa–Marwa. 

Sarana ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, lembaga pendidikan, hingga wisatawan Muslim.

Peresmian Wisata Religi dan Pusat Manasik Haji Masjid Pantai Bali dijadwalkan berlangsung pada 7 Februari 2026. Peresmian simbolis ini akan dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, antara lain Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah, Pengurus Dewan Masjid Indonesia Fadian M. Paham, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah RI Provinsi Bali H. Muslimin, Ketua Yayasan DT Peduli Bascharul Asana, serta Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara (YMPN) I Nyoman Pugeg Aryantha.

Momentum tersebut menjadi penanda penting perjalanan Masjid Pantai Bali menuju ikon wisata religi pesisir nasional, sekaligus penguatan eksistensi masyarakat Muslim di Bali.

Pengembangan kawasan ini merupakan kelanjutan dari penyelesaian pembangunan Masjid Raudlatul Jannah yang mendapat dukungan dari Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui Program Kemaslahatan.

Melalui program tersebut, BPKH berkontribusi menyelesaikan sekitar 35 persen pembangunan fisik masjid, mulai dari fasad, plafon, mihrab, mimbar, railing, sistem tata suara, kusen pintu dan jendela, hingga penyempurnaan fasilitas toilet serta tempat wudu.

Selain infrastruktur utama, BPKH juga mendukung pembangunan sarana manasik haji dan umrah berupa miniatur Ka’bah, Shafa–Marwa, Maqam Ibrahim, serta miniatur Masjidil Haram. Program ini masuk dalam asnaf pembangunan sarana ibadah.

Kepala Badan Pelaksana BPKH Fadlul Imansyah menegaskan bahwa pembiayaan program tersebut tidak menggunakan dana pokok jemaah haji.

“Seluruh pendanaan Program Kemaslahatan ini tidak menggunakan pokok dana haji milik jemaah, melainkan murni dari hasil pengembangan Dana Abadi Umat. Nilai manfaat dari Dana Abadi Umat inilah yang digunakan untuk kemaslahatan umat," ujar Fadlu dikutip Sabtu, 7 Februari 2026.

"Program Kemaslahatan merupakan amanat undang-undang. Kami mengelola Dana Abadi Umat secara transparan dan akuntabel serta memastikan manfaat dana ini kembali kepada umat dalam bentuk nyata, juga untuk mendukung pemulihan sosial dan ekonomi secara berkelanjutan,” lanjut Fadlul.

Pembina Yayasan Masjid Pantai Nusantara I Nyoman Pugeg Aryantha mengatakan, pengembangan Masjid Pantai Bali tidak hanya menitikberatkan pada aspek pembangunan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan umat.




Pengelolaan kawasan dilakukan melalui konsep Smart Masjid berbasis 5E, yakni Edukasi, Ekonomi, Ekologi, Empati, dan Entertain. Masjid diarahkan menjadi pusat ibadah sekaligus ruang edukasi, pemberdayaan ekonomi umat, pelestarian lingkungan, pemanfaatan teknologi, serta penguatan budaya lokal, sejalan dengan pengembangan wisata ramah Muslim di Bali.

Ke depan, Masjid Pantai Bali diharapkan menjadi model pengembangan masjid modern berbasis wisata religi yang terintegrasi. Fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat edukasi, budaya, teknologi, dan harmoni sosial.

Kehadiran kawasan ini diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sekitar, sekaligus mendorong pengembangan desa dan peningkatan kesejahteraan ekonomi lokal.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top