Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah. Foto BPKH.
Jakarta. EDUKASI A.ID – Proyek pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah mulai memasuki tahap konkret.
Pemerintah Indonesia kini tengah memproses pembelian lahan strategis di Arab Saudi untuk mewujudkan kawasan khusus bagi jamaah haji dan umrah asal Indonesia.
Proses akuisisi lahan ini dipimpin oleh Danantara, entitas investasi nasional yang ditunjuk sebagai pelaksana teknis sekaligus negosiator utama dengan otoritas Arab Saudi. Danantara mengawal seluruh proses, mulai dari negosiasi hingga mekanisme private bidding yang saat ini sedang berjalan.
"Danantara akan memimpin negosiasi dan bertanggung jawab atas proses akuisisi lahan ini. Mereka bekerja erat dengan otoritas Saudi dan memastikan aspek legal, teknis, dan komersial bisa terpenuhi," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, dikutip dari NU Online, Sabtu & Februari 2026.
Rosan menyebut, pemerintah Arab Saudi melalui Royal Commission Makkah telah menawarkan delapan plot lahan dengan posisi sangat strategis. Beberapa bahkan berada sangat dekat dengan kawasan Masjidil Haram, dengan jarak terjauh hanya sekitar 2 kilometer dari pusat kota Makkah.
"Beberapa lahan sudah kami tinjau, mulai dari yang luasnya 25 hektare hingga lebih dari 80 hektare. Ada yang datar, ada juga yang berbukit. Tapi sebagian masih dihuni penduduk. Namun, pemerintah Arab Saudi akan menanggung proses relokasi itu," jelasnya.
Rencana besar ini, kata Rosan, berawal dari komunikasi langsung Presiden Prabowo Subianto dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman. Dari komunikasi tersebut, lahir kesepakatan strategis yang membuka jalan kepemilikan lahan asing di Makkah.
"Undang-undang di Arab Saudi yang mengatur kepemilikan tanah oleh pihak asing telah diubah dan akan berlaku efektif mulai Januari 2026. Ini adalah bukti nyata keseriusan kedua negara untuk memfasilitasi jamaah Indonesia," ujar Rosan.
Menurut Rosan, pembangunan Kampung Haji bukan semata proyek ekonomi, tetapi bagian dari misi pelayanan ibadah jamaah Indonesia di Tanah Suci.
"Ini bukan hanya proyek komersial, tapi juga amanah besar untuk melayani masyarakat Indonesia yang menjalankan ibadah. Kami ingin jamaah kita bisa beribadah dengan nyaman, aman, dan terfasilitasi dengan baik," katanya.
Saat ini, desain kawasan masih dalam tahap perencanaan dan ditargetkan rampung pada Oktober 2025. Pemerintah juga akan melibatkan berbagai instansi strategis nasional untuk memastikan kawasan ini memiliki manfaat jangka panjang.
"Insya Allah ini akan menjadi warisan luar biasa dan membawa manfaat besar bagi umat. Kami mohon doa dan restu masyarakat agar prosesnya berjalan lancar," ujar Rosan.
Pembelian lahan akan dilakukan melalui mekanisme private bid, dengan harga yang disesuaikan berdasarkan lokasi dan kondisi tanah. Pemerintah Arab Saudi disebut telah memberikan persetujuan penuh tanpa syarat tambahan, karena proyek ini merupakan tindak lanjut langsung dari kesepakatan dua kepala negara.
"Kami sedang dalam tahap negosiasi harga dan teknis lainnya. Jika semua berjalan sesuai rencana, saya akan terbang langsung ke Arab Saudi untuk menandatangani tahap selanjutnya," pungkas Rosan.


.png)
