Proses kepulangan dari Arab Saudi agar perjalanan kembali ke Tanah Air. Foto Kemenhaj.
Jeddah. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan jemaah umrah Indonesia untuk memperhatikan sejumlah hal penting selama proses kepulangan dari Arab Saudi agar perjalanan kembali ke Tanah Air berjalan lancar.
Imbauan tersebut disampaikan di tengah pemantauan intensif yang dilakukan pemerintah terhadap kepulangan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Ada beberapa hal yang diminta untuk diperhatikan para jemaah.
1. Pastikan dokumen perjalanan lengkap, termasuk paspor, boarding pass, dan identitas jemaah selalu disimpan dengan baik.
2. Ikuti arahan petugas dan pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.
3. Perhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.
4. Tetap berada dalam rombongan dan tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas.
5. Jaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi air yang cukup selama menunggu proses keberangkatan.
Pemantauan kepulangan jemaah umrah dilakukan oleh Kemenhaj bersama Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah. Pengawasan difokuskan pada proses keberangkatan jemaah melalui Bandara Internasional King Abdulaziz.
Berdasarkan laporan pengawasan lapangan yang dilakukan Staf Teknis Haji pada Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah pada 5 Maret 2026, sebanyak 2.735 jemaah umrah Indonesia terpantau menjalani proses kepulangan melalui sejumlah maskapai penerbangan.
Seluruh penerbangan yang dipantau pada hari tersebut dilaporkan berjalan sesuai dengan jadwal keberangkatan.
Secara kumulatif, jumlah jemaah umrah Indonesia yang telah terpantau kembali ke Tanah Air sejak 28 Februari hingga 5 Maret 2026 mencapai 14.796 orang.
Selain memantau proses kepulangan, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Dari data yang dihimpun, terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama
Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat 158 jemaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan. Para jemaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yakni di Kota Jeddah dan Kota Makkah, sambil menunggu penjadwalan ulang penerbangan dari maskapai dan penyelenggara perjalanan.
Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, M. Ilham Effendy, mengatakan petugas terus berada di lapangan untuk memastikan proses kepulangan jemaah berjalan dengan baik.
“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz. Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” ujar Ilham di Jeddah pada, 5 Maret 2026.
Ia menambahkan pemerintah juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menangani jemaah yang mengalami penundaan penerbangan.
“Bagi jemaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tambahnya.
Kemenhaj melalui perwakilan di Arab Saudi bersama Satgas Bandara terus melakukan pendampingan intensif, termasuk koordinasi dengan maskapai penerbangan dan komunikasi dengan penyelenggara perjalanan umrah.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan serta perlindungan terhadap jemaah umrah Indonesia, baik selama berada di Arab Saudi maupun dalam proses kepulangan ke Indonesia.


