Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat
Madinah. BeritaHaji.id - Kenaikan harga bahan bakar diperkirakan menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan ibadah Haji 2026, khususnya yang berkaitan dengan biaya penerbangan jemaah.
Isu ini menjadi perhatian serius Indonesia dan Arab Saudi dalam pertemuan bilateral di Madinah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, menegaskan pentingnya antisipasi terhadap dinamika global yang bisa berdampak pada layanan haji, terutama sektor energi.
“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya.
Pembahasan itu berlangsung dalam suasana hangat antara kedua delegasi usai ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah, Madinah, Minggu, 29 Maret 2026.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas layanan jemaah, mulai dari transportasi hingga kebutuhan konsumsi selama di Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi agar layanan tetap berjalan optimal di tengah potensi kenaikan biaya.
Ia juga menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tertuju pada aspek keselamatan jemaah secara menyeluruh.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memulai pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Minggu, 29 Maret 2026.
Selain itu, Dahnil turut menyoroti hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi. Ia menilai ketersediaan bahan pangan perlu diperkuat, termasuk cadangan untuk kondisi darurat.
Ia mendorong agar setiap penyedia katering memiliki stok bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi situasi tak terduga selama pelaksanaan ibadah haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, menegaskan pentingnya antisipasi terhadap dinamika global yang bisa berdampak pada layanan haji, terutama sektor energi.
“Kenaikan harga bahan bakar perlu menjadi perhatian bersama, sehingga kedua negara dapat mengantisipasi agar layanan penerbangan tetap optimal,” ujarnya.
Pembahasan itu berlangsung dalam suasana hangat antara kedua delegasi usai ziarah dan salat Maghrib bersama di Raudah, Madinah, Minggu, 29 Maret 2026.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk menjaga kualitas layanan jemaah, mulai dari transportasi hingga kebutuhan konsumsi selama di Tanah Suci.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi agar layanan tetap berjalan optimal di tengah potensi kenaikan biaya.
Ia juga menekankan bahwa perhatian Presiden Prabowo Subianto tertuju pada aspek keselamatan jemaah secara menyeluruh.
“Keselamatan jemaah menjadi prioritas utama, terutama terkait keamanan penerbangan dan ketersediaan logistik pangan,” ujar Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, saat memulai pertemuan bilateral dengan Wakil Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, Abdulfattah bin Sulaiman Mashat, di Madinah, Minggu, 29 Maret 2026.
Selain itu, Dahnil turut menyoroti hasil peninjauannya ke sejumlah dapur katering di Arab Saudi. Ia menilai ketersediaan bahan pangan perlu diperkuat, termasuk cadangan untuk kondisi darurat.
Ia mendorong agar setiap penyedia katering memiliki stok bahan baku hingga tiga bulan, termasuk makanan siap saji untuk mengantisipasi situasi tak terduga selama pelaksanaan ibadah haji.


.png)