Trisukses Haji Jadi Arah Baru Pelayanan Jemaah

Arifah
0


Inspektur Jenderal Kemenhaj saat memberikan arahan kepada petugas haji di Asrama Haji Indramayu, yang diikuti perwakilan dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Indramayu. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mulai memperkuat implementasi konsep Trisukses Haji dalam penyelenggaraan ibadah haji.

Pendekatan ini kini tidak hanya menitikberatkan pada aspek administratif, tetapi juga pengalaman jemaah secara menyeluruh.

Hal tersebut ditegaskan Inspektur Jenderal Kemenhaj saat memberikan arahan kepada petugas haji di Asrama Haji Indramayu, yang diikuti perwakilan dari 19 kabupaten/kota di Jawa Barat.

Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi untuk memperkuat kualitas layanan di lapangan.

Dalam arahannya, Irjen menegaskan bahwa ukuran keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya soal keberangkatan dan kepulangan jemaah, tetapi juga kualitas layanan yang dirasakan selama proses ibadah.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya keberangkatan dan kepulangan jemaah, tetapi bagaimana mereka merasa dilayani dengan baik sejak awal hingga akhir,” tegas Irjen.

Ia menjelaskan, Trisukses Haji dimaknai sebagai pengalaman utuh jemaah, mulai dari ritual yang tenang dan khusyuk karena kesiapan fisik dan pemahaman, hingga dampak ekonomi dan peradaban yang ditinggalkan setelah kepulangan.

Dalam perspektif itu, ia menyebut ibadah haji tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial dan peradaban. Jemaah diharapkan kembali dengan membawa perubahan akhlak yang lebih baik serta memberi dampak bagi lingkungan sekitarnya.

Irjen juga menekankan peran penting Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) sebagai garda terdepan pelayanan. Menurutnya, hal-hal sederhana di lapangan sangat menentukan tingkat kepuasan jemaah.

“Cara kita berbicara, cara kita membantu, bahkan kesabaran kita menghadapi jemaah, itu yang paling diingat,” ujarnya.

Ia menambahkan, petugas seperti ketua kloter, dokter, dan perawat tidak hanya menjalankan tugas teknis, tetapi juga berperan sebagai pendamping spiritual dan emosional bagi jemaah.

“Jemaah harus merasa aman, sehat, dan dihargai. Di situlah letak amanah kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen juga menyoroti pentingnya adab dan akhlak pelayanan, terutama di Asrama Haji sebagai titik awal perjalanan ibadah. Menurutnya, kesan pertama menjadi penentu kenyamanan jemaah selama menjalankan rangkaian haji.

“Di sinilah kesan pertama dibangun. Kalau di asrama sudah terasa nyaman dan tertib, maka perjalanan ibadah akan lebih tenang,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kanwil Kemenhaj Jawa Barat serta Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj. Melalui penguatan ini, Kemenhaj menegaskan komitmen bahwa pelayanan haji bukan sekadar tugas administratif, melainkan bentuk pengabdian untuk memuliakan tamu Allah.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top