Hadapi Cuaca Panas, Jemaah Haji Diminta Rutin Minum

Arifah
0

Kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah. Foto Kemenhaj.

Madinah. BeritaHaji.id - Di tengah dimulainya kedatangan jemaah haji Indonesia di Bandara Madinah pada operasional haji 1447 H/2026 M, petugas mengingatkan pentingnya menjaga kondisi tubuh, terutama dengan mencukupi kebutuhan cairan selama berada di Tanah Suci.

Kepala Daerah Kerja (Kadaker) Bandara, Abdul Basir, menegaskan imbauan tersebut seiring mulai berdatangannya jemaah dari Indonesia melalui berbagai jalur layanan di bandara.

“Kami mengimbau jemaah untuk terus minum air secara cukup dan tidak menunggu haus. Selain itu, jemaah juga diharapkan mengurangi aktivitas di siang hari agar kondisi fisik tetap terjaga,” pesan Abdul Basir.

Ia menambahkan, kebiasaan menjaga asupan cairan menjadi hal penting mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang cukup panas dan dapat memengaruhi stamina jemaah.

“Cuaca di sini cukup panas, sehingga jemaah harus bijak mengatur aktivitas. Perbanyak minum air, istirahat yang cukup, dan hindari aktivitas yang tidak terlalu penting pada siang hari,” ujarnya 

Sementara itu, hingga Rabu, 22 April 2026, dua kloter jemaah haji Indonesia telah tiba di Madinah dengan layanan berbeda. Kloter YIA dengan 360 jemaah lebih dulu mendarat pukul 06.20 WAS dan keluar melalui Terminal Haji. 

Disusul kloter JKG 1 dengan 391 jemaah yang tiba pukul 06.50 WAS melalui layanan Mecca Route (Fast Track). Adapun kloter KNO 1 dijadwalkan tiba pukul 10.00 WAS.

Abdul Basir mengatakan seluruh proses kedatangan berjalan lancar dengan dukungan petugas yang siaga di berbagai titik layanan.

“Alhamdulillah, kedatangan jemaah pada hari ini berjalan lancar. Petugas kita di seluruh titik layanan terus siaga untuk memastikan jemaah mendapatkan pelayanan yang cepat, tertib, dan nyaman sejak pertama kali tiba di Madinah,” ujarnya.

Ia menekankan, perbedaan jalur kedatangan antara fast track dan terminal reguler membuat petugas harus bekerja lebih terkoordinasi dalam setiap tahapan layanan, mulai dari penyambutan hingga pengaturan mobilitas jemaah.

“Jemaah JKG 1 tiba melalui layanan Mecca Route atau fast track, sedangkan jemaah YIA keluar melalui Terminal Haji. Keduanya tentu memerlukan pola pelayanan yang sigap dan terkoordinasi dengan baik agar jemaah merasa aman dan tenang,” lanjutnya.

Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia dan kelompok rentan agar tetap mendapatkan pendampingan sejak tiba di bandara.

“Kita ingin seluruh jemaah merasakan bahwa sejak turun di bandara, mereka sudah didampingi dan dilayani dengan baik. Ini penting untuk membangun rasa nyaman, apalagi setelah menempuh perjalanan panjang,” katanya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top