Hasil seleksi administrasi mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Tahun 2026
Jakarta. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah RI resmi mengumumkan hasil seleksi administrasi mutasi masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) melalui Layanan ASN Karier Tahun 2026.
Pengumuman tersebut tertuang dalam Nomor: PENG-9/SJ/2026. Peserta yang namanya tercantum dalam lampiran dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya, yakni uji kompetensi.
Sementara itu, pelamar yang tidak tercantum dalam daftar resmi dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tahap administrasi.
Dalam seleksi tahun ini, metode uji kompetensi mengalami perubahan. Jika sebelumnya menggunakan wawancara, kini diganti menjadi Computer Assisted Competency Test (CACT) yang digelar di Kantor Regional BKN maupun UPT BKN di seluruh Indonesia.
Perubahan metode ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, objektivitas, serta kualitas penilaian kompetensi peserta.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj RI, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.
“Seleksi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan ikhtiar menghadirkan SDM terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian tinggi dalam melayani umat. Kami ingin memastikan bahwa setiap insan yang bergabung di Kemenhaj benar-benar siap menjalankan amanah besar ini,” ujarnya.
Berikut jadwal tahapan seleksi selanjutnya:
18-22 Mei 2026: pelaksanaan uji kompetensi CACT
23 Mei-16 Juni 2026: pengumuman akhir seleksi
17-30 Juni 2026: proses mutasi
1-31 Juli 2026: penerbitan SK mutasi
Ratusan peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia dinyatakan lolos tahap administrasi. Mereka akan mengikuti ujian di berbagai titik lokasi, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, Aceh, hingga wilayah Indonesia Timur.
Kemenhaj mengimbau seluruh peserta untuk terus memantau informasi resmi melalui laman haji.go.id dan asnkarier.bkn.go.id, termasuk media sosial resmi kementerian untuk mendapatkan informasi teknis pelaksanaan CACT.
“Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme,” tambah Teguh.
Kemenhaj juga menegaskan komitmen menjaga integritas dengan menolak segala bentuk suap maupun gratifikasi dalam seluruh proses rekrutmen ASN.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik, khususnya di bidang haji, umrah, dan urusan keagamaan nasional.
Pengumuman hasil seleksi administrasi dapat dilihat melalui tautan berikut:
https://cloud.haji.go.id/index.php/s/CtHMmFCzwZqWR3A
Sementara itu, pelamar yang tidak tercantum dalam daftar resmi dinyatakan tidak memenuhi syarat pada tahap administrasi.
Dalam seleksi tahun ini, metode uji kompetensi mengalami perubahan. Jika sebelumnya menggunakan wawancara, kini diganti menjadi Computer Assisted Competency Test (CACT) yang digelar di Kantor Regional BKN maupun UPT BKN di seluruh Indonesia.
Perubahan metode ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas, objektivitas, serta kualitas penilaian kompetensi peserta.
Sekretaris Jenderal Kemenhaj RI, Teguh Dwi Nugroho, menegaskan proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan.
“Seleksi ini bukan sekadar proses administratif, tetapi merupakan ikhtiar menghadirkan SDM terbaik yang memiliki kapasitas, integritas, dan semangat pengabdian tinggi dalam melayani umat. Kami ingin memastikan bahwa setiap insan yang bergabung di Kemenhaj benar-benar siap menjalankan amanah besar ini,” ujarnya.
Berikut jadwal tahapan seleksi selanjutnya:
18-22 Mei 2026: pelaksanaan uji kompetensi CACT
23 Mei-16 Juni 2026: pengumuman akhir seleksi
17-30 Juni 2026: proses mutasi
1-31 Juli 2026: penerbitan SK mutasi
Ratusan peserta dari berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah di seluruh Indonesia dinyatakan lolos tahap administrasi. Mereka akan mengikuti ujian di berbagai titik lokasi, mulai dari Jakarta, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, Aceh, hingga wilayah Indonesia Timur.
Kemenhaj mengimbau seluruh peserta untuk terus memantau informasi resmi melalui laman haji.go.id dan asnkarier.bkn.go.id, termasuk media sosial resmi kementerian untuk mendapatkan informasi teknis pelaksanaan CACT.
“Keputusan panitia seleksi bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat. Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap tahapan dengan baik dan menjunjung tinggi nilai profesionalisme,” tambah Teguh.
Kemenhaj juga menegaskan komitmen menjaga integritas dengan menolak segala bentuk suap maupun gratifikasi dalam seluruh proses rekrutmen ASN.
Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun birokrasi yang modern, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik, khususnya di bidang haji, umrah, dan urusan keagamaan nasional.
Pengumuman hasil seleksi administrasi dapat dilihat melalui tautan berikut:
https://cloud.haji.go.id/index.php/s/CtHMmFCzwZqWR3A

.png)
