Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-11 operasional. Hingga saat ini, proses pemberangkatan jemaah dari Indonesia hingga layanan di Tanah Suci terus berjalan.
Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, memastikan seluruh layanan operasional haji berjalan dengan baik di lapangan.
“Alhamdulillah, proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar. Petugas terus bersiaga di seluruh titik layanan untuk memastikan jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib,” ujar Maria, Jumat, 1 Mei 2026.
Data per Kamis, 30 April 2026, sebanyak 159 kelompok terbang (kloter) dengan total 62.193 jemaah dan 689 petugas kloter telah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Sementara itu, jemaah yang telah tiba di Madinah mencapai 57.955 orang dalam 149 kloter. Adapun 4.871 jemaah dari 12 kloter mulai bergerak dari Madinah menuju Makkah.
Di Makkah, sebanyak 1.551 jemaah dari empat kloter sudah tiba untuk menjalani umrah wajib sebagai bagian dari rangkaian ibadah haji.
Mereka selanjutnya akan bersiap menuju puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dari sisi kesehatan, tercatat 4.246 jemaah menjalani rawat jalan. Selain itu, 70 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 101 jemaah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS).
Saat ini, 42 jemaah masih dalam perawatan di RSAS. Sementara jumlah jemaah wafat hingga 30 April 2026 tercatat sebanyak 5 orang.
Kemenhaj juga mengingatkan seluruh pihak, termasuk Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), agar mematuhi aturan penyelenggaraan ibadah haji.
“Keselamatan dan perlindungan jemaah adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi terhadap pelanggaran aturan dalam penyelenggaraan ibadah haji,” tegasnya.
Maria menambahkan, pemerintah dapat menjatuhkan sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional jika ditemukan pelanggaran serius.
Selain itu, masyarakat juga diminta mewaspadai praktik haji ilegal maupun keberangkatan non-resmi.
“Saat ini Satgas Pencegahan Haji Ilegal terus melakukan pengawasan bersama lintas instansi untuk mencegah penyalahgunaan visa dan praktik penipuan yang merugikan masyarakat,” kata Maria.
Seiring dimulainya pergerakan jemaah ke Makkah, Kemenhaj mengimbau agar jemaah tidak membawa barang berlebihan karena dapat menghambat mobilitas.
Jemaah juga diminta berangkat lebih awal saat akan melaksanakan salat Jumat di Masjidil Haram.
“Kami mengimbau jemaah berangkat minimal dua jam lebih awal agar perjalanan menuju Masjidil Haram lebih aman dan nyaman,” ujar Maria.
Selain itu, jemaah diingatkan untuk mewaspadai suhu panas di Tanah Suci yang berkisar antara 35 hingga 39 derajat Celsius.
Penggunaan pelindung seperti payung, topi, masker, serta menjaga asupan cairan menjadi hal penting untuk menjaga kondisi tubuh.
“Cuaca di Tanah Suci cukup panas. Jemaah diharapkan tidak memaksakan aktivitas di siang hari dan selalu menjaga kondisi tubuh agar tetap fit selama menjalankan ibadah,” tutup Maria.
Pemerintah memastikan layanan akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, dan perlindungan jemaah terus berjalan optimal, dengan perhatian khusus bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan.

.png)
