Jelang Armuzna, Kemenhaj Minta Jemaah Simpan Tenaga dan Banyak Istirahat

Arifah
0

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, di Makkah. Foto Kemenhaj.

Makkah. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj) memperkuat pengawasan terhadap praktik haji nonprosedural menjelang puncak ibadah haji 1447 H/2026 M. 

Jemaah juga diminta menjaga kondisi fisik karena cuaca di Arab Saudi mulai ekstrem.

Memasuki hari ke-20 operasional haji, suhu di Makkah dan Madinah tercatat mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius. Kondisi itu membuat jemaah diimbau mengurangi aktivitas yang tidak mendesak, terutama pada siang hari.

“Puncak haji adalah fase ibadah yang sangat membutuhkan stamina. Jangan sampai tenaga habis sebelum waktunya. Utamakan ibadah wajib, kurangi aktivitas yang menguras fisik, dan segera laporkan jika mengalami gangguan kesehatan sekecil apa pun,” kata Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah RI, Ichsan Marsha, di Makkah, Minggu, 10 Mei 2026.

Kemenhaj juga meminta jemaah memperbanyak minum air putih, menjaga pola makan, dan memaksimalkan waktu istirahat. Perhatian khusus diberikan kepada jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan penyakit penyerta atau komorbid.

“Layanan kesehatan kami siaga 24 jam, tetapi keberhasilan menjaga kesehatan sangat bergantung pada kedisiplinan jemaah sendiri. Jangan menunda melapor jika merasa tidak sehat,” lanjut Ichsan.

Hingga kini, tercatat 67 jemaah Indonesia masih menjalani perawatan di rumah sakit Arab Saudi.

Di sisi lain, pemerintah menegaskan komitmennya memberantas praktik haji ilegal. Kemenhaj bersama sejumlah kementerian dan lembaga membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penegakan Hukum Haji Nonprosedural.

Satgas tersebut melibatkan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Bareskrim Polri.

“Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Arab Saudi memiliki komitmen yang sama bahwa ibadah haji harus dilaksanakan melalui jalur resmi. Karena itu kami kembali mengingatkan masyarakat agar tidak tergiur tawaran berhaji menggunakan visa selain visa haji. Selain melanggar aturan, praktik haji nonprosedural sangat berisiko terhadap keselamatan jemaah karena mereka berada di luar sistem perlindungan resmi,” tegas Ichsan.

Menurutnya, pembentukan satgas dilakukan untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal yang merugikan jemaah.

“Satgas ini dibentuk untuk melindungi masyarakat dari praktik pemberangkatan haji ilegal dan menindak pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan niat suci masyarakat untuk berhaji,” ujarnya.

Sementara itu, proses kedatangan jemaah Indonesia ke Arab Saudi masih berlangsung. Hingga Minggu, 10 Mei 2026, sebanyak 323 kelompok terbang (kloter) dengan total 125.243 jemaah dan 1.289 petugas telah diberangkatkan.

Sebanyak 204 kloter dengan 78.946 jemaah dan 816 petugas sudah tiba di Makkah setelah bergerak dari Madinah untuk melaksanakan umrah wajib dan bersiap menghadapi puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Untuk kedatangan gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah, tercatat 47 kloter dengan 17.861 jemaah dan 189 petugas telah tiba di Arab Saudi. Selain itu, ada 3.266 jemaah haji khusus yang juga sudah berada di Tanah Suci.

Kemenhaj turut mengingatkan jemaah gelombang kedua agar sudah mengenakan kain ihram sejak di embarkasi karena pengambilan miqat dilakukan dalam perjalanan menuju Arab Saudi sebelum tiba di Makkah.

“Kepatuhan kecil seperti mengenakan ihram sesuai ketentuan adalah bagian dari disiplin ibadah. Kami berharap seluruh jemaah mengikuti arahan petugas agar seluruh rangkaian ibadah berjalan sah, tertib, dan nyaman,” ujar Ichsan.

Dalam kesempatan itu, Kemenhaj juga menyampaikan duka cita atas wafatnya tiga jemaah Indonesia pada Sabtu, 9 Mei 2026, yakni Rodiyah Wayan asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah; Kamariah Dul Tayib asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur; dan Nursidah Sinrang Sijarra asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Dengan tambahan tersebut, total jemaah Indonesia yang wafat di Arab Saudi hingga saat ini mencapai 23 orang.

“Kami mendoakan seluruh jemaah yang wafat mendapatkan husnul khatimah dan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Kepada keluarga yang ditinggalkan, semoga diberi kekuatan dan ketabahan,” tutur Ichsan.

“Haji bukan hanya soal sampai di Tanah Suci, tetapi bagaimana ibadah ini dijalankan dengan tertib, aman, dan bermartabat. Mari kita jaga niat, jaga kesehatan, dan bersiap menyambut puncak haji dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top