Jemaah Haji RI Diimbau Kurangi Aktivitas Berat, Suhu Makkah Tembus 42 Derajat

Arifah
0

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha.

Makkah. BeritaHaji.id - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini. Suhu di Makkah dan Madinah tercatat mencapai 38 hingga 42 derajat Celsius.

Kondisi tersebut membuat Kementerian Haji dan Umrah RI mengingatkan jemaah Indonesia agar menjaga kesehatan jelang puncak haji.

Juru Bicara Kemenhaj, Ichsan Marsha, meminta jemaah mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan dan tidak memaksakan diri di tengah suhu terik Arab Saudi.

“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan di Makkah, Sabtu, 9 Mei 2026.

Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat layanan untuk jemaah Indonesia selama berada di Tanah Suci. Penguatan dilakukan mulai dari sektor akomodasi, konsumsi, transportasi hingga layanan kesehatan.

“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan.

Memasuki hari ke-19 operasional haji 1447 H/2026 M, proses pemberangkatan jemaah dari Indonesia masih berlangsung lancar. Hingga Jumat, 8 Mei 2026, tercatat sebanyak 303 kloter dengan total 117.452 jemaah serta 1.209 petugas telah diterbangkan ke Arab Saudi.

Sementara itu, perpindahan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga terus berjalan bertahap. Saat ini sudah ada 165 kloter dengan 63.822 jemaah dan 660 petugas yang tiba di Makkah untuk menjalani umrah wajib sebelum memasuki fase puncak haji.

Kedatangan jemaah gelombang kedua melalui Bandara King Abdul Aziz International Airport, Jeddah, juga terus bertambah. Tercatat sebanyak 28 kloter dengan 10.731 jemaah dan 113 petugas sudah tiba di Arab Saudi. Selain itu, ada pula 2.958 jemaah haji khusus yang telah berada di Tanah Suci.

Untuk layanan penginapan, PPIH Daerah Kerja Madinah telah menangani 267 kloter dengan total 104.796 jemaah yang tersebar di 94 hotel. Sedangkan di Makkah, sebanyak 63.822 jemaah dari 165 kloter menempati 180 hotel.

Distribusi konsumsi bagi jemaah juga terus berjalan. Hingga saat ini, total 2.782.118 box makanan telah dibagikan kepada jemaah Indonesia. Jumlah itu terdiri atas 2.129.003 box di Madinah dan 653.115 box di Makkah.

Sektor transportasi menjadi salah satu fokus layanan yang diperkuat pemerintah. Bus Shalawat di Makkah kini melayani 17 rute dengan total 969 perjalanan untuk mengantar jemaah dari hotel menuju Masjidil Haram dan sebaliknya.

“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.

Sementara dari sisi kesehatan, tercatat sebanyak 19.549 jemaah menjalani rawat jalan. Kemudian 170 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), 352 jemaah dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, dan 77 orang masih menjalani perawatan.

Kemenhaj juga mencatat hingga 8 Mei 2026 terdapat 20 jemaah Indonesia wafat di Arab Saudi. Pemerintah memastikan seluruh hak layanan bagi jemaah wafat tetap dipenuhi sesuai prosedur.

Di akhir keterangannya, Kemenhaj menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus bekerja melayani jemaah selama 24 jam.

“Haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan bukan sekadar slogan, tetapi komitmen pelayanan yang terus kami wujudkan di lapangan,” tutup Ichsan.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top