Jemaah Haji Indonesia 2025 di Masjidil Haram. Foto Kemenag.
Makkah. BeritaHaji.id - PPIH Arab Saudi menyiagakan petugas di sembilan titik strategis kawasan Masjidil Haram untuk membantu jamaah calon haji Indonesia yang tersesat hingga kelelahan akibat cuaca panas ekstrem di Makkah.
Titik-titik tersebut ditempatkan di area yang paling sering membuat jamaah kebingungan saat beraktivitas ibadah.
Mengutip laman Himpuh News, berikut sembilan titik pos petugas haji Indonesia di kawasan Masjidil Haram:
- Pos 1: Terminal Syib Amir
- Pos 2: Pintu keluar Marwah
- Pos 3: Area sa'i
- Pos 4: Area tawaf
- Pos 5: Pintu Babusalam
- Pos bayangan: Pertigaan Terminal Bab Ali-Syib Amir
- Pos 6: Area WC 3 arah Terminal Ajyad
- Pos 7: ATM Center Dar AtTawhid
- Pos 8: Arah Hotel Anjum
- Pos 9: Terminal Jabal Ka'bah
Area sekitar Masjidil Haram memang menjadi salah satu lokasi yang kerap membingungkan jamaah, terutama lansia dan mereka yang baru pertama kali menjalankan ibadah haji.
"Di titik-titik tertentu yang membingungkan jamaah calon haji tersebut, saat ini sudah ada petugas kita yang bersiaga di mana-mana untuk mendampingi dan membantu," ujar Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Seksi Khusus PPIH Arab Saudi Deka Ulfa Wiwik Irjayanti di Makkah, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut Deka, jalur di sekitar Terminal Syib Amir menjadi salah satu titik yang paling sering membuat jamaah kehilangan arah. Selain itu, akses menuju toilet di area Masjidil Haram juga kerap membingungkan.
Banyak jamaah Indonesia, kata dia, menjadikan WC 3 sebagai patokan arah keluar. Padahal, jalur menuju Terminal Syib Amir justru mengarah ke WC 9.
Petugas Linjam disiagakan untuk membantu jamaah menemukan akses kembali menuju terminal maupun hotel, terutama jamaah lansia yang rentan panik ketika tertinggal rombongan di area masjid yang luas dan padat.
Selain membantu urusan navigasi, petugas juga aktif mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan di tengah suhu panas ekstrem di Kota Suci.
"Untuk para jamaah calon haji diimbau selalu membawa payung, masker, topi, dan perlengkapan perlindungan diri. Kalau bisa, bawalah semprotan air agar kulit tetap lembap," kata Deka.
PPIH juga meminta jamaah tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram apabila kondisi tubuh mulai menurun. Jamaah diimbau memanfaatkan masjid hotel untuk beribadah demi menjaga stamina menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Kalau misalkan dirasa cuacanya terlalu panas, lebih baik shalat di masjid hotel yang telah disediakan. Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan agar nanti pada saat Armuzna badan tetap fit, sehat, dan bisa melaksanakan ibadah puncak haji dengan maksimal," ujar Deka.
Khusus di area tawaf atau Pos 4, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram bertuliskan "Petugas Haji Indonesia 2026" agar mudah dikenali jamaah.
Mengutip laman Himpuh News, berikut sembilan titik pos petugas haji Indonesia di kawasan Masjidil Haram:
- Pos 1: Terminal Syib Amir
- Pos 2: Pintu keluar Marwah
- Pos 3: Area sa'i
- Pos 4: Area tawaf
- Pos 5: Pintu Babusalam
- Pos bayangan: Pertigaan Terminal Bab Ali-Syib Amir
- Pos 6: Area WC 3 arah Terminal Ajyad
- Pos 7: ATM Center Dar AtTawhid
- Pos 8: Arah Hotel Anjum
- Pos 9: Terminal Jabal Ka'bah
Area sekitar Masjidil Haram memang menjadi salah satu lokasi yang kerap membingungkan jamaah, terutama lansia dan mereka yang baru pertama kali menjalankan ibadah haji.
"Di titik-titik tertentu yang membingungkan jamaah calon haji tersebut, saat ini sudah ada petugas kita yang bersiaga di mana-mana untuk mendampingi dan membantu," ujar Petugas Perlindungan Jamaah (Linjam) Seksi Khusus PPIH Arab Saudi Deka Ulfa Wiwik Irjayanti di Makkah, Rabu, 6 Mei 2026.
Menurut Deka, jalur di sekitar Terminal Syib Amir menjadi salah satu titik yang paling sering membuat jamaah kehilangan arah. Selain itu, akses menuju toilet di area Masjidil Haram juga kerap membingungkan.
Banyak jamaah Indonesia, kata dia, menjadikan WC 3 sebagai patokan arah keluar. Padahal, jalur menuju Terminal Syib Amir justru mengarah ke WC 9.
Petugas Linjam disiagakan untuk membantu jamaah menemukan akses kembali menuju terminal maupun hotel, terutama jamaah lansia yang rentan panik ketika tertinggal rombongan di area masjid yang luas dan padat.
Selain membantu urusan navigasi, petugas juga aktif mengingatkan jamaah agar menjaga kesehatan di tengah suhu panas ekstrem di Kota Suci.
"Untuk para jamaah calon haji diimbau selalu membawa payung, masker, topi, dan perlengkapan perlindungan diri. Kalau bisa, bawalah semprotan air agar kulit tetap lembap," kata Deka.
PPIH juga meminta jamaah tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram apabila kondisi tubuh mulai menurun. Jamaah diimbau memanfaatkan masjid hotel untuk beribadah demi menjaga stamina menjelang puncak haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
"Kalau misalkan dirasa cuacanya terlalu panas, lebih baik shalat di masjid hotel yang telah disediakan. Kita harus bersama-sama menjaga kesehatan agar nanti pada saat Armuzna badan tetap fit, sehat, dan bisa melaksanakan ibadah puncak haji dengan maksimal," ujar Deka.
Khusus di area tawaf atau Pos 4, petugas laki-laki mengenakan pakaian ihram bertuliskan "Petugas Haji Indonesia 2026" agar mudah dikenali jamaah.

