Jemaah di tanah suci. Foto Kemenhaj.
BeritaHaji.id - Umrah adalah ibadah yang dilakukan dengan mengunjungi Baitullah di Kota Makkah untuk melaksanakan rangkaian ibadah sesuai syariat Islam, yaitu ihram, tawaf, sa'i, dan tahallul.
Meskipun lebih sederhana dibandingkan haji, umrah tetap memiliki rukun dan ketentuan yang wajib dipenuhi.
Agar ibadah berjalan dengan lancar dan sah, setiap jemaah perlu memahami tata cara pelaksanaan umrah sejak sebelum berangkat. Kurangnya pemahaman terhadap rukun dan larangan ihram dapat menyebabkan kesalahan yang berpengaruh pada kesempurnaan ibadah.
Dikutip dari laman Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), berikut beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan jemaah saat melaksanakan ibadah umrah.
1. Memutus Rangkaian Ibadah Umrah
Rangkaian umrah harus dilakukan secara berurutan, mulai dari niat ihram, tawaf, salat sunnah setelah tawaf, sa'i, hingga tahallul.
Sebagian jemaah ada yang kembali ke hotel untuk berganti pakaian setelah tawaf, lalu melanjutkan sa'i. Padahal, rangkaian tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan tanpa alasan yang dibenarkan.
2. Mengenakan Pakaian Berjahit Saat Ihram
Sebagian jemaah laki-laki masih mengenakan pakaian dalam atau pakaian berjahit di balik kain ihram.
Hal ini biasanya terjadi karena belum terbiasa menggunakan pakaian ihram. Padahal, selama berihram laki-laki tidak diperbolehkan mengenakan pakaian berjahit yang mengikuti bentuk tubuh.
3. Tidak Menghitung Siklus Menstruasi
Bagi jemaah perempuan, penting untuk memperkirakan jadwal menstruasi sebelum keberangkatan. Ada yang mengonsumsi obat penunda haid, tetapi efeknya tidak selalu sesuai harapan sehingga haid tetap datang saat ibadah berlangsung.
Jika hal itu terjadi, jemaah sebaiknya menerima dengan ikhlas dan memperbanyak zikir hingga dapat kembali melaksanakan ibadah sesuai ketentuan.
4. Tidak Menyempurnakan Tawaf
Tawaf harus dimulai dan diakhiri sejajar dengan Hajar Aswad sebanyak tujuh putaran. Karena kondisi Masjidil Haram yang padat, sebagian jemaah kurang memperhatikan titik awal maupun akhir putaran sehingga tawaf menjadi tidak sempurna.
5. Memaksa Mencium Hajar Aswad
Mencium Hajar Aswad merupakan sunnah jika memungkinkan. Namun, jangan sampai memaksakan diri hingga berdesakan, menyakiti jemaah lain, atau bersentuhan dengan lawan jenis.
Jika kondisi tidak memungkinkan, cukup memberikan isyarat ke arah Hajar Aswad tanpa harus memaksakan diri.
Itulah beberapa kesalahan yang masih sering dilakukan saat menjalankan ibadah umrah. Semoga bermanfaat.


.png)