Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan. Foto Kemenhaj.
JAKARTA, BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah mulai mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji 2027.
Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah menjadikan Bandara Internasional Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru di Jawa Timur.
Kajian tersebut muncul sebagai upaya meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperbaiki layanan bagi jemaah haji.
Direktur Jenderal Pelayanan Haji Ian Heriyawan mengatakan saat ini penerbangan haji dari Embarkasi Surabaya masih menghadapi kendala. Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar Boeing 777-300 sehingga penerbangan masih menggunakan Airbus A330-300.
Kondisi itu membuat pesawat harus melakukan technical landing untuk mengisi bahan bakar saat keberangkatan maupun kepulangan. Dampaknya, biaya operasional menjadi lebih tinggi.
“Bandara Dhoho memiliki potensi menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal,” jelas Ian.
Rencana tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Persiapan Bandara Dhoho Kediri sebagai Embarkasi Haji di Asrama Haji Kelas I Surabaya, Rabu,1 Juli 2026.
Rapat dipimpin Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf bersama jajaran Kemenhaj serta dihadiri Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Kediri, Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, dan sejumlah pemangku kepentingan.
Dalam kesempatan itu, Irfan Yusuf menegaskan seluruh kebijakan terkait penyelenggaraan haji harus dipersiapkan sejak jauh hari agar benar-benar memberikan manfaat bagi jemaah.
“Semua kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kemaslahatan jemaah dan efisiensi penyelenggaraan haji,” tegas Menhaj.
Menurutnya, penambahan embarkasi bukan sekadar membangun infrastruktur baru. Yang lebih penting adalah membangun sistem pelayanan haji yang semakin berkualitas.
“Yang kita bangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem pelayanan haji yang semakin baik. Seluruh persiapan harus dilakukan secara matang agar penyelenggaraan haji 2027 menghadirkan pelayanan yang lebih mudah, lebih efisien, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Timur Mohammad As'Adul Anam memproyeksikan Embarkasi Dhoho akan melayani sekitar 10.548 jemaah pada musim haji 2027.
Jemaah tersebut berasal dari wilayah eks Karesidenan Kediri dan Madiun. Selain itu, terdapat usulan penambahan jemaah dari Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro karena dinilai memiliki akses yang lebih dekat ke Bandara Dhoho dibandingkan Embarkasi Surabaya.
“Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho dibandingkan Embarkasi Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur,” ujar Anam.
Melalui kajian tersebut, Kementerian Haji dan Umrah berharap penyelenggaraan haji 2027 dapat berjalan lebih efektif, efisien, dan semakin berorientasi pada kenyamanan serta kemaslahatan jemaah.


.png)