Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Jakarta. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Komite III DPD RI menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Selain memberikan apresiasi, DPD RI juga menyampaikan sejumlah masukan agar pelayanan kepada jemaah terus diperbaiki pada musim haji mendatang.
Penilaian itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komite III DPD RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.
Salah satu anggota Komite III DPD RI dari Lampung, Ahmad Bastian Esy, menyoroti besarnya tantangan yang dihadapi Kemenhaj pada musim haji tahun ini. Menurutnya, sebagian besar jemaah merupakan kelompok berisiko tinggi dan lanjut usia.
"Dari laporan profil jemaah haji, ternyata memang luar biasa tugas Kementerian Haji dan Umrah ini, karena jemaah dengan risiko tinggi saja 77,4%, belum lagi yang lanjut usia, dari laporan kesehatannya juga hampir semua jemaah haji masuk dalam rawat jalan," kata salah satu anggota Komite III DPR RI perwakilan dari Lampung, Ahmad Bastian Esy
"Ini luar biasa. Dan kalau kita bandingkan dengan penyelenggaraan haji tahun kemarin tampaknya satu kata yang paling tepat untuk Kementerian Haji dan Umrah tahun ini adalah top," tambahnya.
Selain itu, DPD RI juga menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan Kemenhaj berjalan efektif. Mulai dari pengelolaan kuota nasional sebanyak 221.000 jemaah, penerapan skema murur dan tanazul untuk memperlancar pergerakan jemaah di Armuzna, hingga pemeriksaan istithaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji yang dinilai mampu menekan risiko kesehatan jemaah di Tanah Suci.
Di sisi lain, Komite III DPD RI juga memberikan sejumlah catatan evaluasi. Anggota DPD RI asal Jawa Tengah, Denty Eka Widi Pratiwi, meminta Kemenhaj menyusun proyeksi yang lebih jelas terkait pelaksanaan badal haji dan dam agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
"Kedepannya Kemenhaj dapat melakukan evaluasi dan proyeksi terkait badal dan dam yang dapat dijadikan patokan agar tidak terjadi perbincangan yang simpang siur di tengah masyarakat. Namun secara umum pelaksanaan ibadah haji oleh Kemenhaj pada tahun ini berlangsung baik dan lompatan-lompatan pelayanannya juga terjadi peningkatan yang signifikan, jemaah juga sangat senang dengan pelayanannya," ungkap Denty.
Menanggapi berbagai apresiasi sekaligus evaluasi tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf memastikan seluruh masukan akan menjadi bahan perbaikan penyelenggaraan haji ke depan.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Komite III DPD RI dalam penguatan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah bagi masyarakat Indonesia," ujarnya.
Menurutnya Masukan dari Komite III DPD RI akan menjadi bagian penting dalam penyempurnaan tata kelola penyelenggaraan ibadah haji sehingga kualitas pelayanan kepada jemaah Indonesia dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang.
Adapun rapat kerja tersebut ditutup dengan komitmen Kemenhaj dan DPD RI untuk terus memperkuat koordinasi serta pelaporan secara berkelanjutan. Kemenhaj menilai sinergi dengan DPD RI menjadi salah satu kunci untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia.


.png)