Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji Kelas I Jakarta. Foto Kemenhaj.
Jakarta. BeritaHaji.id - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mulai menyusun langkah perbaikan untuk penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M.
Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari pembinaan jemaah, peningkatan kualitas petugas, hingga penyempurnaan layanan di Tanah Suci.
Pembahasan itu mengemuka dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 M yang digelar di Asrama Haji Kelas I Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.
Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Puji Raharjo, menegaskan evaluasi dilakukan pada seluruh tahapan penyelenggaraan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan jemaah.
"Setiap tahapan penyelenggaraan haji kami evaluasi secara komprehensif. Pengalaman di lapangan dan data yang terkumpul menjadi landasan utama dalam merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah," ujar Puji.
Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi. Langkah itu meliputi penguatan pembinaan manasik yang lebih terintegrasi, peningkatan kompetensi petugas, penyempurnaan layanan fase Armuzna, pembenahan tata kelola logistik, hingga penguatan pelayanan bagi jemaah berkebutuhan khusus, termasuk safari wukuf dan badal haji.
Menurut Puji, seluruh rekomendasi hasil evaluasi nantinya akan diterjemahkan menjadi rencana aksi yang dapat diterapkan pada penyelenggaraan haji berikutnya.
Rakernas sendiri mengusung tema "Berbenah Tanpa Henti: Menghadirkan Layanan Haji yang Humanis, Profesional, dan Adaptif".
Forum tersebut mengevaluasi seluruh rangkaian penyelenggaraan haji, mulai dari pembinaan jemaah, pelatihan petugas, proses pemberangkatan, hingga pelayanan selama di Tanah Suci.
Puji menilai evaluasi bukan sekadar melihat capaian penyelenggaraan haji. Lebih dari itu, evaluasi menjadi fondasi untuk membangun tata kelola haji yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Hasil pembahasan dalam Rakernas akan menjadi dasar penyusunan kebijakan serta langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah pada musim haji mendatang.
"Kesempurnaan pelayanan jemaah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari mitigasi sistemik yang terencana dan tepat. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan dan langkah strategis menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah," pungkas Puji.
Puji menilai evaluasi bukan sekadar melihat capaian penyelenggaraan haji. Lebih dari itu, evaluasi menjadi fondasi untuk membangun tata kelola haji yang lebih modern, adaptif, dan berkelanjutan.
Hasil pembahasan dalam Rakernas akan menjadi dasar penyusunan kebijakan serta langkah strategis guna meningkatkan kualitas layanan kepada jemaah pada musim haji mendatang.
"Kesempurnaan pelayanan jemaah tidak lahir dari kebetulan, melainkan dari mitigasi sistemik yang terencana dan tepat. Seluruh rekomendasi yang dihasilkan akan menjadi pijakan dalam menyusun kebijakan dan langkah strategis menuju penyelenggaraan ibadah haji 1448 H/2027 M yang semakin berkualitas, efektif, dan berorientasi pada kepuasan jemaah," pungkas Puji.


.png)