Wakil Menteri Haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak menyerahkan bantuan. Foto Kemenhaj.
Aceh, BeritaHaji.id - Puluhan jemaah haji asal Aceh yang terdampak banjir menerima bantuan kemanusiaan setelah kembali dari Tanah Suci.
Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation untuk membantu jemaah yang mengalami kesulitan ekonomi.
Di Provinsi Aceh, total ada 32 jemaah yang ditetapkan sebagai penerima manfaat. Mereka berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana, yakni Kabupaten Pidie Jaya, Aceh Tamiang, Kota Langsa, dan Kabupaten Aceh Utara. Seluruh penerima telah melalui proses pendataan dan verifikasi.
Sebagian besar jemaah penerima bantuan diketahui memiliki beban utang setelah terdampak banjir. Keterbatasan ekonomi membuat mereka harus meminjam dana untuk melunasi biaya perjalanan haji maupun memenuhi kebutuhan selama berada di Tanah Suci.
Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban para jemaah, termasuk membantu menyelesaikan utang yang digunakan untuk menunaikan ibadah haji.
Wakil Menteri Haji RI Dahnil Anzar Simanjuntak kemudian menyerahkan bantuan secara simbolis kepada empat jemaah asal Kabupaten Pidie Jaya. Keempatnya merupakan bagian dari 32 jemaah Aceh yang menerima bantuan melalui program tersebut.
Menurut Dahnil, perhatian pemerintah kepada jemaah asal Aceh muncul karena semangat mereka dalam memenuhi panggilan ibadah haji meski sedang menghadapi musibah.
"Saat Aceh dilanda musibah, pemerintah memberikan relaksasi pelunasan biaya haji. Namun justru Aceh menjadi salah satu provinsi yang paling cepat menyelesaikan pelunasannya. Semangat itu menjadi perhatian Bapak Presiden Prabowo," ujar Dahnil, ditulis Selasa, 30 Juni 2026.
Ia mengatakan, Presiden kemudian mengamanahkan agar bantuan kemanusiaan yang tersedia diprioritaskan bagi jemaah yang benar-benar membutuhkan agar dapat meringankan beban mereka setelah kembali dari Tanah Suci.
"Kami ingin para jemaah pulang dengan hati yang tenang. Jangan sampai kemabruran ibadahnya masih dibayangi beban utang akibat musibah yang mereka alami. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan dan menjadi bentuk kehadiran negara di tengah masyarakat," kata Dahnil.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kementerian Haji untuk memastikan pelayanan kepada jemaah tidak berhenti setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai.
Pemerintah juga ingin terus hadir mendampingi jemaah, terutama mereka yang menghadapi kondisi sulit akibat musibah, sehingga dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang bersama keluarga dan meraih kemabruran ibadahnya.


.png)