Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertajuk "Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan". Foto Kemenhaj.
Jakarta, BeritaHaji.id - Maraknya penawaran paket umrah dengan harga murah membuat masyarakat diminta lebih berhati-hati saat memilih biro perjalanan.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) mengingatkan calon jemaah agar tidak hanya tergiur promosi, tetapi juga memastikan legalitas penyelenggara sebelum mendaftar.
Pesan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) dan Talk Show bertajuk "Membaca Masa Depan Industri Umrah Indonesia di Tengah Berbagai Gejolak dan Perubahan" yang digelar pada International Islamic Expo 2026 di Hall A Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Jumat, 26 Juni 2026.
Dalam diskusi tersebut, moderator H. Tri Winarto menyoroti berbagai tantangan yang sedang dihadapi industri umrah. Salah satunya adalah banyaknya paket umrah dengan harga tidak wajar yang berpotensi merugikan masyarakat.
Selain persoalan harga, kepercayaan publik terhadap penyelenggara perjalanan ibadah umrah juga dinilai menurun akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha.
Kasubdit Pengembangan Umrah Kemenhaj Edayanti Dasril mengatakan perlindungan jemaah harus menjadi fokus utama dalam membangun industri umrah yang sehat, transparan, dan berkelanjutan.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada promosi di media sosial maupun penilaian di internet. Menurutnya, calon jemaah sebaiknya memeriksa rekam jejak biro perjalanan melalui aplikasi resmi SatuHaji.
"Bapak Ibu harus aware. Jangan tergoda dengan rating di internet dan selebgram yang tidak punya ikatan. Travel yang bagus bisa dilihat di aplikasi SatuHaji, mulai dari tahun berdiri, perizinan, hingga akreditasinya. Pastikan PPIU-nya berizin dan terakreditasi," tegas Edayanti.
Edayanti menegaskan pemerintah akan terus mendampingi jemaah maupun penyelenggara perjalanan ibadah agar kualitas layanan terus meningkat.
"Kami mengutamakan Trisukses Haji. Pemerintah tidak akan pernah meninggalkan jemaah umrah dan haji, maupun kawan-kawan penyelenggara. Karena one spirit, one goal," ujarnya.
Forum tersebut juga menghadirkan sejumlah perwakilan asosiasi industri umrah, yakni Fatma Kartika Sari dari HIMPUH, Retno Anugrah Andriyani dari ASPHIRASI, Rizky Sembada dari ASTAGATRA RI, dan Nuralim dari Atthari. Diskusi dipandu oleh Tri Winarto dari Forum Sekjen Lintas Asosiasi Haji Umrah Indonesia.


.png)