Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho. Foto MUI
Sekretaris Jenderal Kemenhaj, Teguh Dwi Nugroho, menyampaikan hal itu saat memberikan pengarahan terkait kesiapan haji 2026 di Jakarta, Jumat, 16 Januari 2026.
Menurut Teguh, kepuasan jemaah menjadi indikator utama keberhasilan haji. Profesionalisme, keikhlasan, dan kesungguhan petugas menjadi kunci pelayanan.
“Indikator pertama keberhasilan haji adalah kepuasan jemaah. Petugas harus melayani dengan ikhlas, bersungguh-sungguh, dan profesional. Tidak boleh mudah mengeluh, meskipun menghadapi cuaca panas atau kondisi jamaah yang beragam. Semua harus dilayani dengan baik,” tegas Teguh, dikutip dari laman MUI.
Hingga Januari 2026, lebih dari 90 persen SDM bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), baik di pusat maupun daerah, sudah resmi beralih ke Kemenhaj. Teguh menilai progres transisi ini luar biasa cepat, hanya dalam waktu empat bulan sejak kementerian dibentuk pada Oktober 2025.
“Alhamdulillah, prosesnya berjalan sangat mulus,” ujarnya.
Teguh menambahkan, Kemenhaj juga telah membentuk Kantor Wilayah di tingkat provinsi dan kantor di kabupaten/kota. Tipologi kantor ditentukan berdasarkan jumlah calon jamaah, panjang daftar tunggu, dan kompleksitas layanan haji di masing-masing daerah.
“Ketentuan tersebut telah diatur dalam Peraturan Menteri Haji Nomor 1 dan Nomor 2,” jelasnya.
Terkait kesiapan teknis haji 2026, Kemenhaj sudah menandatangani kontrak untuk layanan masyair dengan dua penyedia. Layanan akomodasi, transportasi, dan konsumsi berada pada tahap akhir, progresnya mencapai 90–95 persen.
Selain itu, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji bertambah dari 10 menjadi 17 unit, siap diberlakukan setelah harmonisasi regulasi di Kementerian Hukum selesai.
Kemenhaj juga mendorong keterlibatan UMKM dan pengusaha Indonesia dalam penyediaan kebutuhan konsumsi jamaah di Arab Saudi, untuk memperkuat ekosistem ekonomi haji yang perputarannya mencapai sekitar Rp18 triliun.
Menutup keterangannya, Teguh menegaskan seluruh upaya dilakukan agar penyelenggaraan haji 2026 lebih tertib, aman, dan berorientasi pada pelayanan jamaah.
“Penyelenggaraan haji adalah amanah besar. Negara harus hadir memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk,” pungkasnya.

