Calon jemaah haji (calhaj) pada musim haji Tahun 1447 H/2026 M. Foto Pemkab Pekalongan.
Pekalongan. BeritaHaji.id – Kota Pekalongan akan memberangkatkan 343 calon jemaah haji (calhaj) pada musim haji Tahun 1447 H/2026 M. Dari jumlah itu, jemaah termuda berusia 14 tahun dan jemaah tertua mencapai 85 tahun.
Jemaah termuda, Muhammad Rafi Aditya Praja, lahir 21 Maret 2012 dan berdomisili di Buaran. Sedangkan jemaah tertua, Busoyri Tasbulah Tohir, tinggal di Kelurahan Kuripan Kertoharjo.
“Bagi jemaah lansia, akan diberikan perhatian khusus, baik dari sisi kesehatan, pembinaan manasik, maupun pendampingan selama pelaksanaan ibadah haji agar tetap aman dan nyaman,” jelas R. Antono, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Pekalongan, Rabu 11 Februari 2026.
Kuota keberangkatan Kota Pekalongan tahun ini mencapai 345 orang, terdiri dari 343 calon jemaah dan 2 petugas haji daerah (PHD).
Dari sisi jenis kelamin, perempuan mendominasi dengan 189 orang, sementara laki-laki berjumlah 154 orang. Berdasarkan rentang usia, mayoritas calhaj berada pada kelompok produktif hingga pra-lansia:
- 11–20 tahun: 3 jemaah
- 21–30 tahun: 9 jemaah
- 31–40 tahun: 35 jemaah
- 41–50 tahun: 84 jemaah
- 51–60 tahun: 116 jemaah
- 61–70 tahun: 83 jemaah
- 71–80 tahun: 12 jemaah
- 81–90 tahun: 1 jemaah
Calhaj Pekalongan tahun 2026 juga tergabung dalam sejumlah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). KBIHU Assalamah Kopena menjadi yang terbanyak dengan 126 jemaah, disusul Yayasan KBIH Assalamah (56 jemaah), KBIHU Al-Khoirot (46 jemaah), dan KBIHU Aisyiyah (68 jemaah). Sementara itu, terdapat 48 jemaah non-KBIHU yang mengikuti bimbingan secara mandiri melalui Kemenhaj.
“Kuota keberangkatan jemaah haji Kota Pekalongan tahun 2026 ini sebanyak 345 orang terdiri dari 343 orang calon jemaah dan 2 orang Petugas Haji Daerah (PHD). Jumlah tersebut terdiri dari berbagai rentang usia, mulai dari usia remaja hingga lansia,” ujar Antono usai menghadiri Manasik Haji Terintegrasi tingkat Kota Pekalongan di Hotel Dafam baru-baru ini.
Dengan persiapan yang matang dan sinergi semua pihak, Antono optimistis seluruh calon jemaah haji dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
“Kami berharap seluruh jemaah, baik yang tergabung dalam KBIHU maupun non-KBIHU, dapat mengikuti rangkaian manasik dengan sungguh-sungguh. Ini penting agar pelaksanaan ibadah haji nanti berjalan lancar, tertib, dan sesuai tuntunan,” pungkasnya.



.png)